Panen Perdana Mencapai 3,5 Ton

*Tak Miliki Mesin Perontok Padi, Petani Pakai Cara Tradisional

Panen perdana oleh kelompok tani ke kecamatan Belitang  Hulu./ ist
Panen perdana oleh kelompok tani ke kecamatan Belitang Hulu./ ist

POSTKOTAPONTIANAK.COM – SEKADAU !! Belum lama ini, kelompok tani Bina Jaya, Dusun Balau Lambing, Desa Bukit Rambat, Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau menggelar panen perdana, demfarm haston dengan luas lahan sebesar 1,5 hektar.

Hipariyo, Ketua kelompok tani Bina Jaya Bukit Rambat mengatakan, benih yang ditanam tersebut diberikan oleh pemerintah daerah Sekadau kepada kelompok tani sangatlah membantu. Apalagi, kata dia, jenis padi cibogo hasilnya sangat memuaskan jika dibandingkan dengan bibit lokal petani lainnya.

“Kami berterimakasih kepada Pemda Sekadau yang telah mempercayakan kami untuk menanam padi jenis cibogo. Apalagi sudah ada bantuan pupuk, racun tikus dan obat lainnya sehingga anen kali ini cukup memuaskan,” ujarnya.

Dikatakan dia, panen tersebut merupakan panen perdana yang dilakukan oleh kelompok tani Bina Jaya Bukit Ramat. Hasil uji coba itu, kata dia, didapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan lahan seluas 1,5 hektar saja.

“Kami tanam dengan luas 1,5 hektar saja. Tapi hasilnya cukup memuaskan dari hasil yang telah dikumpulkan saja diperkirakan mencapai 3,5 ton. Ini belum selesai,” kata Riyo, sapaan akrab Hipariyo.

Meski begitu, dia tak menampik adanya kendala yang dihadapi, yaitu melakukan perontokan padi tersebut apalagi dengan jumlah banyak. Ditambah perontokan padi tersebut masih menggunakan cara tradisional, yakni denga cara digilas menggunakan kaki. “Harapannya tentu kedepan ada mesin perontok padi untuk membantu para petani,” harapnya.

Sementara itu, Ketua petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Belitang Hulu, Samsu Musa mengatakan, dengan pertanian damfarm haston seluas 1,5 hektar oleh kelompok tani tersebut dinilai sudah berhasil.
“Tentu kami memberikan apresiasi pada kelompok tani Bina Jaya Bukit Rambat yang dikumpulkan hasilnya cukup baik,” ucapnya.

Mengenai kendala para petani yang harus merontokan padi dengan cara tradisional dalam jumlah banyak. Dikatakan dia, pihaknya akan mengajukan kepada pemerintah kabupaten agar para kelompok tanu yang berhasil diberikan mesin perontok. “ PPL kecamaatan akan mengajukan kepada pemkab agar diberikan mesin perontok, khususnya bagi kelompok tani yang dinilai berhasil,” tukasnya. /mus/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *