Padepokan Seni Budaya Yamakami Garut Tampil Di TMII

 

Seni Budaya Sunda Khas kabupaten Garut saat tampil di TMII di anjungan Jawa Barat. (Photo Ist)
Seni Budaya Sunda Khas kabupaten Garut saat tampil di TMII di anjungan Jawa Barat. (Photo Ist)

GARUT ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Tradisi Budaya Sunda Adu Domba (Raja Dogar) khaskabupaten Garut Jawa Barat berkesempatan tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (13/9/2015). SelainDogar, senibudaya lain sepertiTarikreasi, Calung, Kacapi kreasi, danPencaksilat, ikut pula menyemarakan pentas seni budaya sunda khas kota Dodol itu di anjungan Jawa Barat.

MenurutKetuaYayasan YAMAKAMI Dadang Darsana, yang didampingi Pembina Padepokan Budaya sunda Garut, yang biasa disapa Kang Encep, dikantor sekretariatnya bilangan Jl Jenderal Sudirman no. 24 Garut, Selasa (15/9/2015) menjelaskan, Padepokan Yamakami berterimakasih kepada semua pihak karena seni budaya Khas kabupaten Garut bias tampil di taman Mini Indonesia Indah tahun ini. Ini kesempatan emas bagis emua sanggar yang tergabung di Padepokan Seni Budaya Sunda khususunya di bawah naungan Yayasan Yamakami , karena mampu membawa nama harum kabupaten Garut di kancah Nasional atau mungkin saja Manca Negara. Meski dalam proses` perjalanannya kami sedikit kesulitan karena keterbatasan anggaran.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah kab Garut yang membantu kami dalam hal materi sebanyak 1 juta rupiah, padahal dalam kenyataannya untuk bias tampil di TMII kami menghabiskan dana sebesar 32 juta rupiah,” terangnya.

Dijelaskan Dadang, jumlah personil anggota sanggar yang diberangkatkan berjumlah 80 orang terdiridari 21 Nayaga, 50 orang seniman 9 official Yamakami. Kedepan diharapkan pemerintah daerah lebih bias memperhatikan seni budaya daerahnya sendiri. Sebab, bagaimana masyarakat akan mencintai budayanya sendiri jika pemerintahnya pun tidak mendukungnya,” tegas Dadang sembari berharap agar pemerintah daerah padatahun anggaran berikutnya member porsi lebih anggaran untuk dunia senibudaya , agar seni- seni yang ada di kabupaten Garutt idak mati ditelanjaman karena tergerus olehbudaya lain.

Sejumlah elemen masyarakat di kabupaten GarutJ awa Barat termasuk dari penasehat Forum Masyarakat Perduli Seni Budaya Garut, Asep D Nasrudin,S.sos saat dimintai komentarnya melalui By Phone Selasa, malam. Kata Asep, mendukung upaya Padepokan Seni Budaya Sunda di bawah naungan YAMAKAMI untuk tetap tampil exis melestarikan budaya Khas Garut meskipun dengan keterbatasan keterbatasan yang ada termasuk soal dukungan dana.

“ Senibudaya sunda khas Garut harus tetap dipertahankan dan itu wajib hukumnya. Saya setuju agar pemerintah daerah setempat member porsi lebih dalam penganggaran seni budaya, karena jika minim dukungan di yakini seni budaya Garut akan hilang dengan sendirinya tergerus jaman. Jika bukan kita siapalagi yang akan melestarikannya,” demikianAsep. (A.Naz)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *