OSO Kunjungi SMAN 1 Ngabang Dunia Pendidikan Dihadapkan Dengan MEA

OSO Launching budaya gemar membaca, didampingi Pj Ir Jakius Sinyor, ketua DPRD (Heri Saman), dan Forkopimda, pada ultah SMAN 1 Ngabang ke 33 tahun./ dan

 

NGABANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM –
Anggota DPD DPR RI, Osman Sapta Odang (OSO), menghadiri ulang tahun SMAN 1 Ngabang, yang ke 33 tahun, Rabu, (9/11). Dalam kata sambutannya OSO menekankan kepada anak didik untuk bersemangat menuntut ilmu, dan gemar membaca harus menjadi kebutuhan, karena dengan membaca akan menjadi pintar.

Selanjutnya dikatakan, dunia pendidikan ditantang untuk dapat mencetak sumber daya manusia yang handal, cakap, terampil berpendidikan. Kehadiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)  di tanah air tidak bisa dielakkan, mau tidak mau dihadapi dengan profesional. “ Kalau dulu orang Malaysia belajar di Indonesia, tapi sekarang malah terbalik menjadi sebaliknya. Untuk itu baik guru maupun anak didik harus mempunyai tekad yang kuat untuk berprestasi di bidang pendidikan. Kita dorong agar dunia pendidikan menjadi maju dan berkembang, ” harapnya.

Sementara itu Pejabat Bupati Landak, Ir jakius Sinyor, dalam kata sambutannya, mengatakan, bila dihadapkan dengan MEA, persaingan ketenagakerjaan bangsa Indonesia  semakin ketat, kita harus mampu menguasai bahasa asing, karena dibidang ilmu dan ekonomi banyak menggunakan bahasa asing. Untuk itu agar dunia pendidikan dapat mencetak sumber daya manusia yang dapat diharapkan oleh bangsa Indonesia.

Terkait  dengan usia SMAN 1 Ngabang yang ke 33 tahun, Jakius mengatakan, adalah usia yang sudah cukup dewasa, jika diibaratkan manusia usia produktif.

“ Tadi apa yang sudah disampaikan oleh Kepala Sekolah banyak dari alumni atau almamater SMAN 1 Ngabang menjadi orang kejenjang lebih tinggi,” kata Jakius. Dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMAN 1 Ngabang atas kesempatan pendidikan jenjang lebih tinggi guru-guru sampai ke S3 sampai ke luar negeri.

“Pendidikan adalah hal yang utama. Indek Prestasi Manusia (IPM) salah satu indikatornya adalah masalah pendidikan.  Kemudian, kesehatan dan terakhir ekonomi kerakyatan,” jelas Jakius.

Pada tahun 2017, dalam APBD Kabupaten Landak,  masih memprioritaskan masalah pendidikan, dan hal yang utama. “ Anak didik adalah pilar tulang punggung Negara Indonesia. Saya minta belajar dengan baik,” harapnya.

Ia menambahkan, kehadiran MEA suka tidak suka, harus dijalankan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Seperti pembangunan jembatan Tayan terkait jasa kontruski hampir 100 persern tenaganya orang asing. Kita sebagai penonton.  Kenapa, karena kita belum mampu berkompetisi masalah ini. Belum lagi kita bicara masaalah kesehatan, masalah pendidikan, kita sudah berhadapan dengan negara tetangga Malaysia. Jika kita tidak mampu bersaing dengan MEA kita akan ketinggalan lagi,” bebernya.

Kabupaten Landak sendiri, mempunytai potensi besar, baik sumber daya manusia dan sumber daya alam. Diharapkan nanti Landak kedepan lebih baik. “Bisa kami lamporkan, IPM Kabupaten Landak menempati nomor urut ke 5 dari 14 Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat. Harapan saya kedepan IPM Landak  naik, sampailah urut ke 1,” harap Jakius.(dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *