Nyaris Perkosa Anak Tirinya

Karena Malu Agus Nekat Gantung Diri

Gantung diri (Ilustrasi)
Gantung diri (Ilustrasi)

DEPOK-POSTKOTAPONTIANAK.COM !! Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pancoranmas Kota Depok, Komisaris Polisi, Tata Irawan mengungkapkan, bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga Rangkapan Jaya, telah ditemukan laki-laki tewas gantung diri di lobang angin kamar tidur rumahnya.

“Ternyata laki-laki tersebut bernama Agus Susanto (45), ketika ditemukan Agus gantung diri menggunakan tali rapia warna hitam yang dililitkan ke lehernya,”  ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/3/2016), dikantornya.

Menurutnya, bahwa ketika ditemukan Agus juga tidak mengenakan baju, hanya memakai celana dalam cokelat. Lidahnya menjulur dan mengeluarkan air ludah. Jenazah Agus pertama kali ditemukan SU (25) anak tirinya bersama sejumlah warga setempat.

“Namun sebelumnya SU sempat kabur dari rumah, karena hendak diperkosa oleh bapak tirinya itu. Setengah jam kemudian SU balik lagi ke rumahnya ditemani sejumlah warga. Ketika itulah ditemukan Agus tewas gantung diri. Dugaan sementara Agus nekat bunuh diri karena malu dengan kelakuannya sendiri. Jenazah Agus, Selasa (15/3/2016) sore dimakamkan di TPU,” tutur Irawan.

Irawan menjelaskan, bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus gantung diri itu, namun dugaan sementara, Agus gantung diri karena merasa malu hendak memperkosa anak tirinya. Mungkin Agus sepertinya tergoda melihat kemolekan tubuh SU yang hanya mengenakan handuk saat selesai mandi. Saat itulah, tiba-tiba Agus telanjang dan memeluk SU di kamar. Tapi SU meronta dan kabur minta pertolongan, Tidak sampai setengah jam kemudian SU balik ke rumahnya ditemani sejunlah warga dan ternyata Agus sudah tewas gantung diri.

“Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi setengah duduk dan kaki menekuk, dan dari mulut korban keluar air liur, lidah sedikit menjulur. Kematian korban disebabkan dari lilitan tali rapiah yang digantungkan di lubang angin kamar korban,” jelasnya.(Faldi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *