Nexusguard Masuk 25 Besar Daftar Cybersecurity 500 untuk Enam Kuartal Berturut-turut

Perusahaan Mitigasi DDoS Berkemampuan Cloud Meraih Peringkat No. 24 sebagai Anggota 25 Besar Terlama di Antara Inovator Keamanan TI

Nexusguard./Ist
Nexusguard./Ist

HONG KONG – Media OutReach – 11 Agustus 2016 – Nexusguard, pemimpin global dalam solusi keamanan dari distributed denial of service (DDoS), hari ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut mendapat pengakuan masuk peringkat 25 Besar dalam edisi Kuartal 3 2016 Cybersecurity 500 dari Cybersecurity Ventures. Cybersecurity 500 meningkatkan kesadaran dan pengakuan bagi perusahaan-perusahaan keamanan dunia maya (cybersecurity) yang paling inovatif — mulai dari merek yang terbesar dan paling diakui, hingga perusahaan perintis berdukungan modal ventura dan pemain yang baru berkembang, hingga perusahaan kecil dengan teknologi yang berpotensi mendobrak, hingga penyedia solusi siap bertumbuh pada layanan yang dijadikan produk (productized services) atau layanan berfokus vertikal. Ini adalah kuartal keenam berturut-turut Nexusguard berhasil masuk ke dalam daftar ini, dengan mempertahankan posisi No. 24 sebagai pemimpin global dalam bidang serangan dan pencegahan DDoS dan anggota terlama kelompok 25 besar.

Cybersecurity Ventures mengevaluasi beragam kriteria untuk menentukan daftar vendor berkembang yang kemungkinan akan sukses, termasuk basis pelanggan perusahaan, tim manajemen, implementasi yang menonjol, serta masukan dari kepala pejabat keamanan informasi (CISO), penjual bernilai tambah (VAR), system integrator, dan pengambil-keputusan keamanan TI lainnya. Misi Cybersecurity 500 adalah memberikan dukungan kepada perusahaan keamanan mulai dari merek terbesar hingga perintis usaha yang baru berkembang, dengan menyoroti teknologi dan solusi yang berpotensi mengubah dunia dan diposisikan untuk berhasil dalam bidang industri vertikal tertentu.

“Karena semua perusahaan kini harus menghadapi ancaman dunia maya untuk melindungi proses kritis dan mempertahankan pendapatan, kami mengantisipasi akan adanya belanja keamanan yang besarnya mencapai rekor untuk teknologi baru, pendidikan, dan strategi dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Steve Morgan, pendiri dan CEO Cybersecurity Ventures dan editor-in-chief untuk daftar Cybersecurity 500. “Sebagai salah satu anggota 25 besar kami yang paling lama bertahan, kemampuan Nexusguard untuk beradaptasi dan inovasinya terus memperkuat kedudukannya yang terpandang di antara para pemimpin Cybersecurity 500.”

Dalam Laporan Ancaman Kuartal 2 terbaru dari Nexusguard, para peneliti perusahaan ini mendapati bahwa serangan DDoS di seluruh dunia meningkat 83 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dengan perhatian internasional tertuju pada Olimpiade Musim Panas dan pemilu AS yang akan datang ini, para analis perusahaan keamanan dunia maya ini memperkirakan bahwa dalam Q3 jumlah serangan akan terus mengalami peningkatan. Industri keamanan dunia maya kini bertumbuh dari $75 miliar pada tahun 2015 menjadi angka rekor $1 triliun pada tahun 2020, berdasarkan estimasi konsolidasi oleh perusahaan penelitian TI dan analis yang dikutip dalam Laporan Pasar triwulanan Cybersecurity Ventures.

“Bagi banyak pelaku kejahatan dunia maya, serangan pada jaringan, departemen TI, dan individu telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan, lengkap dengan dukungan teknologi dan penelitian serta pengembangan eksploit baru dalam beberapa kasus,” kata Jolene Lee, CEO Nexusguard. “Cybersecurity 500 memandu dan mendidik berbagai organisasi atas risiko yang akan datang dan risiko jangka panjang menjadi operasi harian, dan juga menyoroti keahlian yang diterapkan oleh Nexusguard dan para perusahaan pemimpin lainnya untuk mengatasi ancaman hari esok.”/ Demikian press release ini disampaikan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *