Nasi Tumpeng Pertama Dari Walikota Pontianak

Oleh : Januar Pribadi. SE

Mengemban jabatan sebagai Kabag Pengendalian Kehilangan Air, medio tahun 2008 silam tercatat PDAM Tirta Khatulistiwa kehilangan air sekitar 54 persen, namun memasuki bulan September 2011 angka kehilangan air mengerucut pada angka 28 persen.

Dari keberhasilan yang telah di capai, tak pelak membawa PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak dimata Drinking Water OASEN Belanda menjadi deretan perusahaan air yang luar biasa dan mengantarkan penulis di undang OASEN pada bulan September 2011 untuk menyampaikan presentasi Non Revenue Water (NRW) dihadapan President Director OASEN, Pejabat dan Staf beserta karyawan OASEN yang mengelola air minum milik Pemerintah Belanda di Provinsi GOUDA.

Dalam presentasi tersebut, antusias sambutan hangat dan tepuk tangan para audiens sertamerta membawa suasana menjadi berkesan. Pertanyaan tak surut terus datang dari audiens yang kebanyakan pakar air minum namun bisa terjawab dengan mudah.

Usai presentasi kesempatan magang selama tiga minggu diberikan di OASEN, praktek alat tehnologi kehilangan air dan metode penyambungan pipa PE, mengunjungi instalasi pengolahan air minum, boster-boster dan pompa air sumur sebagai bahan baku air minum adalah air sumur dengan cara pompa hidrolik dan diproses jadi air minum sampai kepada pelanggan yang ada di Provinsi Gouda.

Setelah menimba ilmu di Belanda, saya menerapkan ilmu yang didapat dari OASEN dan mengantarkan Pemerintah Kota Pontianak yang dipimpin oleh Walikota Pontianak Sutarmiji, SH, M. Hum mengadakan kerja sama atas nama PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak dengan Drinking Water OASEN pada Tahun 2012 dalam menekan kehilangan air di Pontianak Timur ketika kebocoran fisik 45% dan salah satu embriyo berdirinya IPA Timur di Parit Mayor  dan pada waktu bersamaan ulang Tahun PDAM yang ke 37 tahun pada tahun 2012, mengantarkan saya sebagai orang pertama yang mendapat hadiah Nasi Tumpeng oleh Walikota Pontianak.

Dan waktu terus bergulir NRW terus ditekan menjadi 25% pada Desember 2014. Dan memasuki Februari 2015 jabatan baru dipercayakan kepada saya yang di alih tugaskan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Wilayah I Timur Utara oleh mendiang Direktur Utama Affandi, yang mana kala itu pelayanan timur utara dinilai somethingrong.*/ (Penulis Adalah Kepala Kantor Pelayanan Wilayah I Timur Utara)./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *