Mutu, Vulome dan Azas Manfaat Proyek Bangunan Gapura, Perlu Dipertanyakan Kata Katua Fraksi Partai Hanura

 ROTE NDAO ! POSTKOTAPONTIANAK.COM -Pembangunan Gapura yang menjadi pintu masuk keluar, dibangun
Proyek Gapura tanpa papan nama. /Dance H
Proyek Gapura tanpa papan nama. /Dance H

dalam kawasan pelabuhan Baa dan Bandara D,C saudale tidak ketahui kejelasannya soal proyek tanpa nama papan proyek dan juga pekerjaannya terbengkalai sedangkan sudah berakhir  bulan Desember 2015.

Terkait proyek tersebut awalnya diduga  milik Kementerian Perhubungan – Dirjend Perhubungan Laut pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Baa. Namun setelah dihimpun informasi dari berbagai sumber menyebutkan kalau proyek tanpa identitas itu adalah bersumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao.

Ayu, warga asal Pulau Jawa ini yang mengaku sebagai tenaga borongan yang dipekerjakan oleh kontraktor untuk mengkordinir pelaksanaan proyek, ungkap Ayu kepada media ini belum lama.

Bangunan Gapura di Bandara D,C saudale dan pelabuhan ba'a asal jadi./ foto : Dance Henukh
Bangunan Gapura di Bandara D,C saudale dan pelabuhan ba’a asal jadi./ foto : Dance Henukh

Ayu yang ditemui dilokasi proyek di kawasan Bandara D.C  Saudale Baa,  5 Desember 2015 mengatakan, dirinya hanya sebagai tenaga yang mengkoordinir tenaga kerja sekaligus mandor dalam borongan pekerjaan Gapura dari Dinas Pariwisata saja.

Menurut Ayu, kontraktor pelaksana adalah Elvis Manuain pemilik hotel Grace tetapi  hal teknis lainnya yang berhubungan proyek tanyakan saja kepada kontraktor.

“Saya mengkoordinir tenaga kerja sekaligus mandornya, dan borongan kerja. pekerjaan ini dari Dinas Parawisata Kabupaten Rote Ndao buat gapura aja, volumenya saya tidak tahu  dan saya hanya tenaga mandor, kontraktornya pak Elvis yang punya hotel Gres itu, CV Pak Elvis yang dapat kerja ini dan secara teknis saya tidak tahu. lanjutnya, memang papan proyek tidak ada jadi mau tanya, tanya saja di pihak kontraktornya,” ucapnya.

Elvis Manuain yang disebut sebagai Kontraktor Pelaksana proyek Gapura bernilai Rp 1,8 milyar dari APBD Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2015 dari Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao.

Untuk  konfirmasi wartawan media ini berusaha mendatangi kediamannya dua kali, dan hanya mendapat jawaban dia ( Pak Elvis ) sedang keluar dan belum kembali, kata salah seorang yang mengaku selaku Pembantu hotel.   Sebelum berita ini diturunkan, agar pemberitaan lebih berimbang upaya  konfirmasi melalui via SMS juga dilakukan,  namun tidak tidak mendapatan tanggapan atau SMS tersebut tidak  di balas.

Sementara itu Kabid Bina Usaha Jasa Sarana Parawisata, Glorina M.D. Pingak yang bersentuhan langsung dengan kegiatan proyek tanpa nama, ini saat dikonfirmasi 10 November  2015 di kediamannya ia marah-marah dan memaki wartawan sedangkan Melkias R. Rumlaklak, S.IP Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao sebagai PPK pun sedang berada di luar daerah.

Sedangkan Anggota DPRD kabupaten Rote Nndao DJandri Nunuhitu Ketua Fraksi Partai Hanura  yang ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao 29 Desember 2015, menyayangkan adanya kegiatan proyek yang didanai oleh APBD yang mengikuti mekanisme dan aturan mainnya.

Kata Nunuhitu, tidak ada alasan untuk pelaksanaan proyek yang tertutup dari pengawasan masyarakat untuk itu seharusnya setiap lokasi proyek dilengkapi papan proyek.

“ Seharusnya ada papan proyek.  Papan proyek saja tidak ada,  Bagaimana dengan mutunya pekerjaan, itu kontraktor  bohong,” ujar Ketua Fraksi Hanura.

Nunuhitu, menegaskan kalau proyek tidak ada informasi kepada public termasuk papan proyek tidak terpasang di lokasi kegiatan adalah bohong. Untuk itu pihaknya meminta agar Dinas Parawisata Kabupaten Rote Ndao agar dapat mengusut proyek tersebut, jika ada dugaan penyimpangan dalam proyek pelaksanan tersebut. Perlu dipertanyakan  soal mutu, volume dan asas manfaat, jelas Nunuhitu.

Pantauan dilapangan pada beberapa titik pemasangan papan proyek pun bervariasi isinya. Selain itu pun ada dugaan  pekerjaannya belum mencapai 50% persen. Pengerjaan proyek belum selesai, ini terlihat dengan bukti gambar yang di ambil dilokasi proyek. (Dance Henukh – NTT)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *