Mujahidin Titik Gerhana Matahari Total Di Pontianak

Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Yang Akan Menjadi Lokasi Penglihatan Gerhana Matahari Total Diwilayah Kota Pontianak. / foto : Devi Lahendra/postkotapontianak.com
Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Yang Akan Menjadi Lokasi Penglihatan Gerhana Matahari Total Diwilayah Kota Pontianak. / foto : Devi Lahendra/postkotapontianak.com

Reporter : Devi Lahendra

PONTIANAK –┬áPostkotaPontianak.com !! Gerhana matahari total (GMT) yang melintasi 12 provinsi di Indonesia menjadi fenomena langka hanya terjadi sekitar 320 tahun sekali dengan lintasan daratan di Indonesia. Yang mana satu diantara yaitu Provinsi Kalimantan Barat.

Sedangkan siklus gerhana matahari total dapat terjadi selama 32 tahun sekali. Selain itu fenomena alam ini di dunia hanya Indonesia yang terkena diwilayah daratan yang bakal dilalui gerhana matahari total.

Untuk wilayah Kalimantan Barat sendiri terdapat beberapa wilayah yang berdampak gerhana matahari total hingga 100 persen, terutama di wilayah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, tepatnya di Kendawangan, Manismata, Pisang, Riam, Panahan, Matan Hilir Selatan, dan Pesaguan.

Untuk wilayah Kota Pontianak serta daerah lain di Kalbar akan dilalui gerhana matahari sebagian. Seperti wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang, dengan besaran gerhana antara 93 persen hingga 90 persen.

“Khusus diwilayah Kota Pontianak akan kita fokuskan di dua titik lokasi pengamatan gerhana, yaitu di Masjid Raya Mujahidin serta di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pontianak, ” demikian dikatakan Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Selasa (8/3/16).

Dikatakan Edi, gerhana matahari total 100 persen untuk diwilayah Kalimantan Barat hanya terjadi di Kabupaten Ketapang. Namun untuk Kota Pontianak intensitas hanya 93 persen.

“Meskipun intensitas gerhana tidak penuh 100 persen di Kota Pontianak, namun fenomena yang langka ini tetap menjadi perhatian kita karena ini hanya terjadi dalam jangka puluhan tahun, dan untuk hal ini kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak LAPAN Pontianak, ” tukas Edi./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *