MUI Landak Pertanyakan Tulisan Halal Pada Warung Nasi di Ngabang

Reporter :Ya’ Syahdan

NGABANG-Warga Kabupaten Landak di ingatkan dan diminta untuk dapat mencantumkan label halal pada makanan dan minuman yang di jual. “ Penerbitan label halal sendiri di keluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, bukan asal tempel atau asal tulis, ” tegas ketua MUI

Abdul Syukur, S.Ag, ketua MUI Landak../ys
Abdul Syukur, S.Ag, ketua MUI Landak../ys

Landak, Abdul Syukur.  Saat ini tulisan halal pada warung nasi dan gerobak penjual makanan dan  minuman terjadi di kota Ngabang. Padahal hak memberikan izin label halal adalah kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “ Untuk itu diminta kepada pedagang penjual makanan dan minuman agar segera mengurus sertifikasi halal dari MUI Kalimantan Barat dengan melalui MUI Kabupaten Landak, ” ucap Abdul Syukur, Rabu, (2/9/2015) di Ngabang.

Ia menjelaskan, untuk pengurusan izin label halal adalah melalui MUI Kabupaten Landak, setelah itu MUI Landak meneruskan usulan itu kepada MUI Kalimantan Barat di Pontianak. Langkah selanjutnya, tim dari Kalbar yang terdiri dari MUI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan akan turun untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis barang yang dijual serta minuman yang dijual. “ Pengecekan itu sendiri meliputi tingkat kebersihan, cara penyembelihan kalau ayam, kambing dan sapi, itik dan hewan yang dibenarkan menurut hukum syariat Islam, kandungan campuran zat kimia bagi jenis menuman dan makanan ringan yang dibolehkan menurut syariat Islam dan UU RI, jadi semuanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku, ” terangnya.

Abdul Syukur mengakui kalau di kota Ngabang sendiri terdapat warung yang sengaja menulis label halal, sementara dari pihaknya belum pernah menerima pengusulan penerbitan sertifikat halal. Sebenarnya tugas pendataan ini adalah kewenangan Kemenag Kabupaten Landak, untuk mendata apakah penulisan label halal yang dilakukan oleh warung nasi atau minuman itu sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI Kalbar. Kalapun belum maka menjadi tugas Kemenag Landak juga untuk menyurati pemilik warung tersebut. Kalau ingin mendapatkan sertifikasi halal maka harus terlebih dahulu mengurus sertifikasi halal dari MUI Kalimantan Barat. “ Kita imbau kepada semua pedagang makanan dan minuman untuk segera mengurus sertifikasi halal dari MUI Kalbar, ” pinta Abdul Syukur./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *