MUI Kota Depok : Fatwakan Sesat Pengikut Dimas Kanjeng

MUI Kota Depok./ Ist
MUI Kota Depok./ Ist

DEPOK ! PKP – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok KH. Dimiyathi Badruzaman menegaskan bahwa mengikuti Dimas Kanjeng dalam usaha menggandakan uang adalah sesat. Menurutnya, fatwa tersebut berasal dari keputusan MUI pusat. Kita di Depok tinggal mengikuti fatwa dari atas. Menyatakan fatwa sesat bagi pengikut Dimas Kanjeng.

 “Kalau di Depok belum ada temuan pengikutnya. Tapi, sebagai Ulama memiliki tugas untuk membentengi umat agar tidak terpengaruh dan mengikuti jejaknya, “ujarnya kepada sejumlah pewarta, Rabu (6/10/2016), di Depok.

Sementara Ketua Komisi I Ketua Litbang MUI Kota Depok KH. Syamsul Yakin menerangkan, bahwa secara logika saja, tidak ada penggadaan uang. Jadi, beragam kasus penggandaan uang tersebut bagian dari penipuan.

“Meski begitu, pihaknya belum menemukan dan mendapat laporan pengikut Dimas Kanjeng di Kota Depok. Namun, dirinya tetap memantau dan mengawasi munculnya pengikutnya,” terangnya.

Samsul mengakui, bahwa sebelumnya juga telah mendapatkan laporan serupa tentang masalah penggandaan uang.hanya saja, operasinya di Stasiun Bojong Gede atas nama Fery. Namun hingga saat ini belum ada temuan adanya pengikut Dimas Kanjeng di Depok. Untuk itu kita tetap akan memantau dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Selain itu juga kita melihat masalah ini tidak hanya melalui fatwa saja, tapi mencoba memberikan solusi juga. Kalau tokoh yang masuk dalam kasus ini, tentunya ada unsure politis. Tapi, kalau masyarakat awam bisa disebabkan karena faktor ekonomi seperti ingin mendapatkan kekayaan dengan jalan instan. Semoga tidak ada pengikutnya di Depok, ” imbuhnya.

Sebagaimana diinformasikan, Dimas Kanjeng atau Taat Pribadi, pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah dijadikan tersangka oleh polisi dalam kasus pembunuhan dan penipuan. Taat diduga terlibat pembunuhan dua orang bekas anak buahnya, yaitu Abdul Ghani dan Ismail Hidayah. Mereka dibunuh karena khawatir akan membocorkan dugaan praktik penipuan penggandaan uang.(Faldi/Said)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *