Muhammadiyah Tolak Hari Santri, IPNU Kalbar Pasang Badan

MEMPAWAH ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU)

Slamet Funata, Wakil Ketua PW IPNU Kalbar./ doc.PKP
Slamet Funata, Wakil Ketua PW IPNU Kalbar./ doc.PKP

Kalimantan Barat, angkat bicara mengenai penolakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyatakan bahwa Muhammadiyah keberatan dengan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional yang akan disahkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Alasan Muhammadiyah yang menganggap penetapan Hari Santri Nasional dapat mengganggu ukhuwah umat Islam lewat polarisasi santri-nonsantri merupakan hal yang tidak masuk akal dan aneh.

Slamet Funata, Wakil Ketua PW IPNU Kalimantan Barat menilai bahwa sudah tepat hari santri dijadikan salah satu hari nasional. Mengingat sudah banyak tokoh Indonesia yang memang berbackground santri, namun hingga kini jejak perjangan mereka belum terbaca oleh sejarah republik Indonesia.

“Tak pantas Muhammadiyah menolak hari santri, lagipun KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah merupakan seorang santri.” Tuturnya saat meninjau lokasi persiapan hari santri di Mempawah, (19/10/2015).

Funata sapaan akrabnya, mengatakan diresmikannya hari santri adalah merupakan spirit baru yang akan menambah semangat para kesatria dakwah Islam. Tentu dalam hal ini, mereka para Ulama, Kyai dan Para santri akan bangga bahwa perjuangan para leluhur mereka diakui secara nasional. Dan jika pada tanggal 22 Oktober tidak ada hari libur nasional, santri dari berbagai pesantren yang ada di kalbar akan tetap merayakan.

“Sudah saatnya santri mendapat pengakuan dari republik ini, karena mereka merupakan bagian dari terbentuknya Indonesia dengan segalah perjuangannya.” tambahnya.

Sehubungan dengan dirayakannya hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ini, PW IPNU Kalimantan Barat akan mengadakan kegiatan Halaqoh Santri dan Pelajar yang di tempatkan di kabupaten Mempawah, halaqoh itu sendiri berisi empat rangkaian acara yaitu Touring Religi lintas kabupaten kota, Penanaman 1000 Pohon, Pawai Santri bershalawat dan diakhiri dengan Dialog Publik, dengan melibatkan 150 santri dan Pelajar yang memang sudah diseleksi mewakili kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat acara tersebut di pusatkan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah./ PKP

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *