Muhamad Idris : Tindak Tegas ASN Pelanggar Hukum

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Walikota Depok Muhammad Idris menegaskan, bahwa terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) dalam penyalahgunaan narkoba yang terjadi pada hari Rabu (11/10/2016), lalu di UPT Pemadam Kebakaran Cipayung tersebut, maka Pemkot Depok akan melakukan evaluasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

“Jadi, Pemkot Depok akan lakukan evaluasi secara khusus dan intensif , yang memiliki tugas antara lain dalam hal pengendalian, pembinaan serta pengawasan terhadap aparatur dilingkungan kerjanya yang melakukan pelanggaran dalam bertugas ,” tegasnya kepada pewarta, Jum’at (14/10/2016), saat jumpa Pers di aula Balaikota.

Idris menjelaskan, bahwa selain itu juga Pemkot Depok akan mengajak dan mendorong kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) serta seluruh stakeholder lainnya, agar tetap bekerja sama dan meningkatkan program-program positif dalam hal sosialisasi dan tindakan antisipasi pada penyalahgunaan narkoba .

“Artinya, Pemkot Depok tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran hukum yang terjadi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelasnya.

Idris juga mengingatkan, bahwa berdasarkan ketentuan UU No 5 THN 2014 tentang ASN , PNS yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka harus diberhentikan sementara sampai adanya putusan pengadilan lanjut.

“Maka dari itu, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN yang ada di pemerintahan Kota Depok, dan tentunya bagi seluruh agar terus mengkampanyekan STOP pengguna dan penyalahgunaan Narkoba,” imbuh orang nomor satu di Kota Depok itu.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *