Monolog Cut Nyak Dien Jadikan Refleksi Pancasila Penuh Makna

JAKARTA, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Kwartir Nasional Gerakan

Mantan Wapres Tri Sutrisno mengucapkan selamat kepada Ine Febriyanti setelah Ine Mementaskan Monolog Cut Nyak Dien Dalam Refleksi Pancasila dan Kita di Taman Ismail Marzuki Jakarta 30 Okt 2015./foto:doc.ist
Mantan Wapres Tri Sutrisno mengucapkan selamat kepada Ine Febriyanti setelah Ine Mementaskan Monolog Cut Nyak Dien Dalam Refleksi Pancasila dan Kita di Taman Ismail Marzuki Jakarta 30 Okt 2015./foto:doc.ist

Pramuka mengadakan Hari Peringatan Kesaktian Pancasila (Hapsak) di Gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Rabu, 30 September 2015. Kegiatan ini bertema “Refleksi Pancasila dan Kita”, mulai pukul 19.00 – 22.00 WIB

Menurut Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka “TIM ini tempat bersejarah, Pancasila tidak harus melulu disampaikan lewat pidato, tetapi juga lewat puisi, lagu, monolog dan bahasa foto, dan yang paling penting dalam perbuatan kita sehari-hari, karena Pancasila harus menjadi kita” jelas Adhyaksa yang membacakan puisi karya Gusmus dan Taufiq Ismail malam itu.

Ditampilkan juga pembacaan puisi oleh Sari Sabda Bhakti Madjid (pemain senior di teater koma), Olivia Zalianty serta penyerahan hadiah bagi juara lomba foto pramuka “Idolaku Ortuku”. Puncaknya adalah Pementasan Monolog Cut Nyak Dien oleh Sha Ine Febriyanti.

Disinggung mengenai pesan apa yang disampaikan dalam Monolog Cut Nyak Dien yang dibawakannya, Sha Ine Febriyanti menjelaskan bahwa ada dua pesan utama, yaitu seorang pejuang adalah yang mencintai tanah dan airnya dan masyarakatnya melebihi cintanya pada dirinya, dan yang kedua akan datang suatu massa dimana yang menjajah kita bukanlah bangsa lain, melainkan bangsa sendiri. “Koruptor itu penjajah, koruptor itu bukan pengamal Pancasila”, tutur Ine Febriyanti setelah menjadi Cut Nyak Dien dalam pentas itu.

Hadir 500-an undangan dalam kegiatan ini dengan berbagai latar belakang seperti Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, para Guru, pelajar, seniman, para Pembina Pramuka, pemuka agama, dan tokoh-tokoh nasional lainya. Hadir  juga perwakilan anggota Pramuka dari DKI Jakata, Jawa Barat dan Banten./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *