Minimnya Sarana Dan Prasarana Di Dusun Mungguk Linang

Dusun Mungguk Linang Desa Kubu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya./ syah
Dusun Mungguk Linang Desa Kubu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya./ syah

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KUBU RAYA. Luasnya hutan mangrove di Kabupaten Kubu Raya memberikan manfaat besar untuk Kabupaten tersebut. Namun sisi kehidupan nelayan di hutan tersebut masih dalam garis kemiskinan. Hal tersebut dijumpai di Dusun Mungguk Linang Desa Kubu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, memiliki 7000 Ha hutan mangrove dalam status reboisasi dan hanya memiliki 5 kepala keluarga yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan.

Salah satu warga di Dusun tersebut, Harun (56) mengatakan, Kehidupan nelayan pesisir di daerahnya umumnya sangat memprihatinkan. Penghasilan yang tidak menentu, putusnya anak usia sekolah, serta jauh dari sarana prasarana informasi.

“Bagaimana mau menyekolahkan anak-anak, kami disini hidup pas-pas an. Adapun hasil lebih hanya untuk buat makan, penerangan disini terbatas dari jam 19.00 hingga 21.00 wib dibantu mesin genset dari tower telkom, sisanya kami hanya memakai pelita hingga pagi,” kata pria beranak dua ini saat ditemui dirumahnya, Batu Ampar, baru-baru ini.

Saat ditanya soal fungsi hutan mangrove, Harun menjelaskan, fungsi hutan mangrove sangat membantu kesehariaannya sebagai nelayan. Bentuk akar hutan mangrove memberikan tempat serta makanan untuk populasi ikan dan udang.

“Alhamdulilah dengan adanya hutan mangrove membantu kami dalam mencari hasil tangkapan untuk mencukupi kehidupan kami sehari-hari. Selain itu akar dari batang mangrove yang sudah tua juga bisa dimanfaatkan untuk dijual ke pengepul sebagai kayu arang,” imbuhnya.

Harun berharap kepada Pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya bisa lebih memperhatikan daerahnya dalam segala sektor. Karena kesejahtraan rakyat merupakan salah satu misi dari otonomi daerah.

Menurut Yanto (40), yang ditemui ditempat berbeda,  sebagai penjaga Stasiun Repeater Gelombang Micro Digital Telkom yang terletak tidak jauh dari daerah itu membenarkan hal tersebut, penerangan yang selama ini dibantu oleh mesin genset dilokasi kerjanya.

“Untuk penerangan kami juga memakai mesin genset sehingga tidak bisa menerangi sepenuhnya untuk kampung tersebut,” imbuhnya. /ir/din/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *