Minimnya Pengetahuan Tentang Gizi dan Tingginya Angka Kelahiran Usia Dini Masih Dialami Para Ibu

(Bupati Karolin Margret Natasa, memberikan kata sambutan saat penyerahan SK kepengurusan PKK Kabupaten Landak./ rl )

NGABANG, POSTKOTAPONTIANAK. COM-Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari kementerian kesehatan RI, angka kekurangan gizi di Indonesia masih sangat tinggi dan faktor utama penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan Ibu terhadap asupan gizi bagi anaknya.

” Kemarin kita menghadiri rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kalimantan Barat, membahas mengenai kondisi pangan di wilayah kita. Salah satu indikator yang diukur oleh dmDewan Ketahanan Pangan adalah status gizi anak. 3 dari 10 anak di Indonesia mengalami gizi kronis, jadi angka kekurangan gizi di Indonesia masih sangat memperihatinkan. Yang menarik dari data kementerian penyebab angka kekurangan gizi sangat tinggi di Indonesia adalah minimnya pengetahuan ibu. Nomor satu loh, bukan karena miskin tidak bisa makan berbeda dengan negara yang rawan konflik dan terjadi krisis pangan yang hebat seperti somalia, beberapa negara di Afrika, itu mereka benar-benar kelaparan, tidak makan.” papar Karolin.

Mantan Anggota Komisi IX DPR RI itu menambahkan masalah lain yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini khususnya Kalimantan Barat adalah tingginya angka kehamilan di usia remaja.

Belum lagi kita berbicara mengenai angka kehamilan di usia remaja yang sangat tinggi di Kalimantan Barat. Paling tinggi se-Indonesia kita juara satu. Angka kehamilan usia dibawah 19 tahun. Kalau kita pergi ke Kampung, mungkin bisa ditanyakan kepada Ibu Bidan yang bertugas, hari ini masih ada anak-anak kita yang melahirkan di usia 14 – 16 tahun. Sementara diusia tersebut mereka masih harus menyelesaikan pendidikan mereka.

Dokter Lulusan Unika Atma Jaya Jakarta ini berharap agar peran tim penggerak PKK melalui pemberdayaan perempuan di Kabupaten Landak dapat membantu Pemerintah daerah mengatasi beberapa permasalahan yang sering muncul dengan mensinergikan program-program PKK dengan program Pemerintah Daerah.

Jadi pembinaan gizi, pembinaan keluarga, ekonomi keluarga juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Sebagai mitra bagi Pemerintah, PKK Kabupaten Landak diharapkan dapat mensinergikan program-programnya dengan Pemerintah Daerah. Peran serta Tim Penggerak PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Landak dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi berbagai permasalahan yang saat ini kita hadapi bersama.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Landak, Ny. Maria Lestari Heriadi menyerahkan SK kepengurusan kepada Ketua Pengurus Harian Tim Penggerak PKK Kabupaten Landak yaitu Ny. Syrenia Alpius serta Anggota yang tergabung dalam Kepengurusan PKK Kabupaten Landak masa bhakti 2017 -2021, Jum’at 14/7/2017. (rel/dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *