Menteri Muhadjir Dilantik Sebagai Ketua Mabisaka Widaya Budaya Bakti

JAKARTA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault resmi melantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, sebagai Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabi Saka) Widya Budaya Bakti tingkat nasional masa bakti 2014- 2018, di Graha Utama Gedung Ki Hajar Dewantara kantor Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2016).

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault dalam sambutannya mengatakan, pramuka sebagai organisasi yang membentuk karakter generasi muda saat ini sedang fokus dalam empat hal yakni rebranding, peningkatan bakti masyarakat, penataan organisasi dan jaringan kerja.

Empat hal ini juga menjadi acuan di pusat dan daerah, pramuka harus benar-benar dirasakan kehadiran oleh keluarga dan masyarakat. Anak-anak Pramuka harus berbakti pada orangtua, harus ikut kegiatan sosial dan gotong rotong di masyarakat, bijak menggunakan media sosial. Kita sedang mempersiapkan generasi yang ikhlas berjuang untuk Indonesia”, kata Adhyaksa Dault setelah melantik Menteri Muhadjir.

Adhyaksa Dault  berharap, dengan dilantiknya pengurus baru Saka Widya Bakti. Ia yakin gerakan pramuka akan semakin diminati oleh generasi muda.Kiprah Pak Muhadjir tidak diragukan lagi, beliau sudah puluhan tahun mendidik generasi. Kemendikbud juga memiliki tim yang kuat di media sosial, kita yakin setelah pelantikan ini Pramuka semakin keren, gembira dan asyik”, ucap Mantan Menpora.

Kwarnas Gerakan Pramuka juga melantik Dirjen PAUD Dikmas, Harris Iskandar, sebagai Ketua Satuan Karya Widya Budaya Bakti beserta pengurus baru. Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 141 Tahun 2016.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan upacara pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan, pembaca Tri Satya dan Ikrar pramuka pada seluruh pengurus baru Saka Widya Budaya Bakti masa bakti 2014-2018.

Sementara itu Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Saka Widya Budaya Bakti adalah wadah pembinaan kaum muda dalam memberikan keterampilan di bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya pada anak usia dini, non formal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum. Diharapkan Saka Widya Budaya Bakti akan menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan nasional dengan memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap pelestarian budaya.

“Kegiatan pramuka dapat membentuk kepribadian dan akhlak yang mulia, mandiri, peduli, cinta tanah air, dan kecakapan hidup. Kegiatan pramuka juga memiliki budi pekerti yang luhur dan berkepribadian bangsa, ” ujar. Muhadjir.

Selain itu Mendikbud juga mengatakan, pramuka memiliki dua hal yang dapat digunakan dalam kehidupan. Pertama, Scouting Skill yakni pramuka menjadikan anak yang percaya diri, mandiri, fleksibel dan tahan dengan berbagai cobaan. Kedua, Life Skill yakni pramuka memberikan pendidikan berbagai keterampilan hidup yang dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan dirinya dalam kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, gugus depan harus didorong untuk memilih Saka yang menjadi ajang pendidikan dan latihan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan khususnya tentang pendidikan usia dini, pendidikan masyarakat, seni budaya museum dan cagar budaya.

“Dengan Saka Widya Bakti maka gerakan pramuka semakin berkualitas dalam upaya membentuk manusia Indonesia seutuhnya, ” pungkas Muhadjir./ HK/(PKP).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *