Mengukir Kaum Perempuan

Oleh Mi’raj Dodi Kurniawan : [Magister Sekolah Pascasarjana UPI Anggota KAHMI Pengurus ICMI Kabupaten Cianjur]
Buku “Genealogi Intelektual Ulama Betawi: Melacak Jaringan Ulama Betawi dari Awal Abad ke-19 sampai Abad Ke-21” karya Rakhmad Zailani Kiki yang diterbitkan Jakarta Islamic Centre bukan hanya melacak sejarah intelektual para ulama Betawi, tetapi juga – dalam konteks ini – artefak tertulis tentang peran intelektual KH. Abdul Manaf Mukhayyar, perintis Pondok Pesantren Darunnajah.

Alih-alih kekuatan individual, tampaknya peranan signifikan KH. Abdul Manaf Mukhayyar terletak pada inisiatifnya untuk mendirikan Pondok Pesantren Darunnajah, sehingga gerakan pencerdasan umat lebih terorganisir. Maka, ketika tokoh pendidikan Islam dari Betawi ini wafat, beliau mewariskan sebuah lembaga pendidikan Islam terkemuka untuk mendidik generasi umat Islam.

Kini lembaga pendidikan Islam yang didirikannya telah berkembang pesat.

Berpusat di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan, sekarang lembaga pendidikan umat Islam ini telah mempunyai sejumlah cabang di berbagai daerah, termasuk satu diantaranya adalah Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 di Kecamamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Berbeda dengan kebanyakan pondok pesantren-pondok pesantren di tanah air, Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 fokus atau mengkhususkan gerakannya untuk mendidik kalangan putri (perempuan). Dengan demikian, boleh dibilang pondok pesantren ini anti-mainstream. Bukan melawan arus, melainkan ia membuat arus berbeda dengan pertimbangan strategis di dalamnya.

Menarik diungkapkan kenapa Pondok Pesantren Darunnajah membangun Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9. Pertimbangan utamanya bukan hanya karena keunikan atau kekhasan yang dimiliki perempuan, namun terutama lantaran perempuan berfungsi demikian vital dan berperan strategis dalam merajut peradaban yang gemilang bersama laki-laki.

Kaum remaja putri merupakan calon-calon istri dan ibu. Dalam dua hal ini, kaum perempuan vital dan strategis. Fungsi vital dan peranan strategisnya sebagai istri terkuak pada ungkapan, “Di balik laki-laki yang hebat terdapat perempuan yang hebat.” Kemudian fungsi vital dan peranan strategisnya sebagai ibu tampak pada fakta bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak.

Tidak mudah mencetak istri hebat sekaligus ibu yang mumpuni sebagai madrasah bagi anak-anak. Namun, bukan mustahil.

Dengan sikap optimis, Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 pun didirikan di atas tanah wakaf dari Dra. Hj. Maesaroh dan Prof. Dr. Ir. H. Bedu Amang, MBA. Visinya adalah “Mencetak Kader Pendamping Pemimpin Umat.”

Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 bukan hanya bermaksud mencetak para perempuan yang unggul dalam prestasi, kreatif dalam karya, dan teladan dalam perilaku, tetapi juga ingin turut membidani lahirnya istri-istri yang hebat sekaligus ibu-ibu yang mumpuni dalam mendidik anak-anak.

Karena itu, semoga Pondok Pesantren Putri Al-Hasanah Darunnajah 9 dapat mengukir lahir dan batin seluruh peserta didiknya sebagaimana visi tersebut.**

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *