Menelisik Pesona Wisata Alam Pancur Aji

Riak Menciap Suara Binatang Jalang dan Deru Gemercik Air

 

Laporan : Devi Lahendra, Sanggau

Pancur Aji, objek wisata alam yang terletak di Sungai Engkuli dengan rentangan panjang sungai sekitar 6 meter. Memiliki 3 air terjun

Wisata Alam Pancur Aji Sanggau./foto; dv
Wisata Alam Pancur Aji Sanggau./foto; dv

dengan bebatuan yang terjal, menjadikan Pancur Aji sebagai objek wisata yang sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

Berjarak sekitar 3 Km dari Ibukota Kabupaten Sanggau atau sekitar 300 Km dari Kota Pontianak ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Tepatnya di Kecamatan Kapuas, Kelurahan Beringin. Objek Daya Tarik Wisata Pancur Aji merupakan kawasan wisata yang di kelola langsung oleh pemerintah daerah. Dan menjadi salah satu tempat wisata unggulan dari lima objek wisata ungulan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Menyusuri jalan menanjak dan berkelok-kelok, menjadi tantangan awal memasuki lokasi objek wisata Pancur Aji dengan hamparan hutan seluas 33 Ha yang merupakan wilayah konservasi. Kurang lebih 2,5 Km jarak yang di tempuh dari muka jalan masuk hingga sampai ke tepi bibir lokasi Pancur Aji.

Gemercik suara air terjun seakan seirama dengan riak menciap suara binatang jalang yang bersahutan. Menjadikan ciri khas tersendiri ketika tapak kaki penikmat alam sampai di lokasi Objek Wisata Alam Pancur Aji.

Sore itu jam tangan saya menunjukkan tepat pukul 16.20 Wib, ketika mobil yang saya tumpangi sampai di lokasi parkir Objek Wisata Alam Pancur Aji. Aroma alam yang sejuk, indah sontak memacu adrenalin saya untuk segera merasakan dinginnya Air Terjun Engkuli dan Air Terjun Setapang, yang terdapat dilokasi Pancur Aji.

Karena memiliki hutan yang cukup luas, tak ayal dilokasi ini banyak terdapat tanaman langka yang dilindungi seperti Hutan Tengkawang, Hutan Pekawai, Hutan Albasia, Anggerek Hutan serta masih banyak lagi jenis tanaman liar dan langka yang dilindungi dapat kita jumpai.

Devi Lahendra wartawan "Postkotapontianak.com" dilokasi wisata alam Pancur Aji-Sanggau./ foto : dv
Devi Lahendra wartawan “Postkotapontianak.com” dilokasi wisata alam Pancur Aji-Sanggau./ foto : dv

Perjalanan saya kali ini ditemani, Petrus lelaki paruh baya yang bertugas sebagai Kasi ODTW Disbudpar Kabupaten Sanggau. Seakan menguasai naluri alam liar, dengan seksama Petrus menjelsakan semuanya tentang Pancur Aji.

“Jadi banyak keunikan serta keindahan alam yang dapat kita temui disini, dan tempat ini merupakan satu-satunya lokasi wisata yang dikelola sendiri oleh pemerintah daerah, “ ujar Petrus sambil terus melangkahkan kaki menyusuri jalan setapak.

Sejak dibukannya lokasi ini, Petrus memaparkan nama Pancur Aji menjadi lebih dikenal oleh para pencinta wisata alam. Menjadi ajang rekreasi keluarga disetiap akhir pekan dan menjadi tujuan wisata untuk melepas kepenatan dibalik kesibukan sehari-hari.

Keindahan Pancur Aji kini tidak hanya dikenal oleh para wisatawan lokal namun kini sudah merambah pada tingkat wisatawan mancanegara, dimana hampir setiap bulan selalu ada kunjungan turis ke lokasi ini.

“Dalam kurun waktu tahun 2011 hingga tahun 2014 kedatangan turis mancanegara dilokasi ini cukup tinggi. Rata-rata mereka berasal dari Jerman dan Australia, “ jelasnya.

Kurang lebih hampir 3 jam menyisir keindahan alam Pancur Aji. Matahari yang tadinya bersinar terang kini mulai redup dipenghujung sore, kami pun mulai melangkahkan kaki tuk mengakhiri perjalanan.

Ibarat kata pepatah dimana ada gula di situ ada semut, pasalnya belum lengkap jika lokasi objek wisata alam tidak diiringi dengan objek wisata malam ataupun wisata kejahilan para manusia yang memang memanfaatkan tempat-tempat objek wisata sebagai lokasi yang refresentatif untuk memadu kasih.

Sejenak kaki saya tertahan di ujung gazebo yang terdapat bangku-bangku kecil. Saat itu terdapat dua pasang muda mudi yang tampaknya baru datang dan memang sengaja datang disaat hari menjelang malam.

Selain gazebo, bangku-bangku kecil, pondok tempat santai, di lokasi Pancur Aji juga terdapat kamar mandi serta wc yang kapan waktu bisa di pakai oleh para pengunjung yang datang pada siang hari maupun pengunjung wisata malam hari.

Mesin mobil yang saya tumpangi kembali meraung, menelusuri jalan menanjak yang berkelol-kelok. Belum sampai di muka jalan keluar Pancur Aji, kembali objek wisata malam terlihat jelas. Kali ini bukan pasangan kaum muda mudi memadu kasih yang saya lihat, namun lokasi kafe dan tempat karaokelah yang aku lihat.

Seakan legal dengan ijin resmi yang dikeluarkan oleh intansi terkait, pemanfaatan lokasi ini selain menjadi objek wisata alam juga dimanfaatkan menjadi objek wisata malam yang siap memberikan selera malam bagi para pengunjung yang datang ke Kabupaten Sanggau.

Ironis jika lokasi konservasi terdapat bangunan wisata malam, namun berbalik dari semua itu menjadikan suatu hal yang layak pula jika objek wisata alam harus ada objek wisata malam. Karena keselarasan keduannya seakan menjadi kunci utama untuk memancing minat para wisata untuk datang berkunjung. Pilihan antara alam dan malam menjadi tantangan bagi para pengunjung.

Dengan terus menyusuri jalan keluar, dan diiringi suara binatang malam mobil yang saya tumpangi mulai meninggalkan lokasi Objek Wisata  Alam Pancur Aji. Banyak pengalaman yang di dapat dan banyak catatan penting yang harus kita pahami untuk membangun pariwisata maupun membangun minat para wisatawan untuk berkunjung ke suatu lokasi di setiap daerah.(*)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *