Mempertebal Iman Kunci Jauhi Narkoba

Reporter : Mus Mussin

SEKADAU-Lajunya peredaran narkoba di kawasan timur Kalbar kian memprihatinkan. Kian hari, para pelaku

Ilustrasi
Ilustrasi

perdagangan narkoba semakin tergiur menyasar pangsa timur Kalbar.

Tak ayal, pesatnya peredaran narkoba memantik kekhawatiran banyak kalangan, yang menjadi pusat kekhawatiran adalah para generasi muda. Sebab, sebagian besar kasus narkoba yang terungkap oleh aparat keamanan melibatkan kaum muda.

Guna membentengi generasi muda dari godaan narkoba, mempertebal keimanan diyakini salah satu cara yang mumpuni. Setidaknya begitu menurut pemuka agama Islam Kabupaten Sekadau, KH Mudhlar.

Menurut Mudhlar, peran tokoh agama dan orang tua sangat penting dalam memberikan pencerahan iman untuk kawula muda. Karena, jika seseorang memiliki iman yang kuat, maka ia tidak akan mudah terpengaruh godaan negatif.

“Masing-masing agama punya ajaran sendiri, semuanya saya kira melarang narkoba. Kalau dalam islam, haram hukumnya,” ungkap Mudhlar kepada postkotapontianak,com(5/9).

Mudhlar mengatakan, para generasi muda relatif belum stabil imannya. Karenanya, mereka lebih rentan terpengaruh godaan duniawi, termasuk narkoba. Generasi muda juga cenderung terlalu sibuk mengikuti perkembangan jaman dan teknologi dan jauh dari agama. Karenanya, pengaruh dunia luar yang tersebar lewat berbagai media sangat mudah mempengaruhi kaum muda.

“Bisa jadi mereka tidak tahu kenapa agama melarang narkoba. Karena itu mereka perlu diberi pencerahan bahwa narkoba sangat berbahaya untuk kesehatan dan tidak sejalan dengan ajaran agama. Apalagi sekarang jaman modern, pengaruh luar dengan mudah masuk ke wilayah kita. Kalau tidak pandai memilah, bisa berbahaya,” tutur ketua MUI Sekadau ini.

Mudhlar yang juga memimpin sebuah pesantren menambahkan, tidak hanya peran pemuka agama dan orangtua yang diperlukan untuk mempertebal keimanan generasi muda. Di sekolah-sekolah pun perlu diselipkan pemaparan tentang agama.

“Pembinaan iman kaum muda sangat penting, dan akan lebih baik sejak usia dini. Di tempat ibadah dan sekolah-sekolah juga perlu,” saran Mudhlar./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *