Masyarakat Ini Pertanyakan, Bolehkah Hutan Mangrove Dibabat

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(Kubu Raya) – Salah satu masyarakat Desa Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Dian Fery mempertanyakan kepada Pemerintah terkait, apakah kawasan hutan Mangrove boleh dibabat.

Dirinya mengeluhkan pembabatan Hutan Mangrove yang dilakukan pihak PT. Fajar Saudara Lestari (FSL).

“Saya ingin Pemerintah Kabupaten dengan Instansi-instansi terkait agar sesegera mungkin turun dilapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi,” ujar dia saat dijumpai pada Sabtu (6/5) sore.

Selain itu dirinya meminta kepada instansi-instansi terkait di Kubu Raya agar memeriksa dengan lengkap tentang perizinan yang dilakukan PT FSL dalam membabat hutan mangrove.

“Hutan mangrove yang dibabat diperkirakan sejauh 1,5 Kilo Meter. Dan hal ini harus diusut. Karena hal ini untuk anak cucu kita kedepannya,” pungkasnya.

(Viky)

Foto Hutan Mangrove Yang Telah Dibabat PT FSL / Viky / POSTKOTAPONTIANAK.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *