MASYARAKAT DUSUN ENGKERBAH DESA NANGA BELIMBING KELUHKAN TEBING LONGSOR DIDUGA AKIBAT DARI PENAMBANG LIAR ALIAS PETI

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(Melawi) – Salah satu tokoh masyarakat Dusun Engkerebah Desa Nanga Belimbing Kecamatan Pinoh Utara Matius mengeluhkan tebing yang longsor dikawasannya,sehingga menimbulkan rasa ketakutan dan kekhawatiran masyarakat sekitar ketika datangnya hujan deras. Karena hal tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat yang ada di wilayah sekitar, yang saat ini telah merasa resah.

Dirinya menilai, adanya aktifitas dari para penambang liar dikawasannya, menambah rasa khawatir masyarakat sekitar, karena sebelum adanya penambang tersebut, longsornya tanah ditempatnya tidak pernah terjadi.

“Sudah puluhan tahun saya tinggal bersama masyarakat di kampung ini, tapi sebelumnya tidak pernah terjadi tanah longsor, tapi semenjak adanya aktifitas dari para penambang liar, akhir-akhir ini sungguh sangat menghawatirkan kami yang tingal di kampung ini, dimana bila ada curahan hujan yang tinggi atau deras akan terjadi longsor yang lebih dahsyat lagi,” ucap dia.

Dirinya berharap kepada pemerintah setempat untuk mencari solusi terbaik dalam hal ini, terutama dalam mengurangi rasa khawatir masyarakat setempat akibat adanya longsor.

“Kalau memang tidak ada solusinya, saya bersama dengan masyarakat meminta dusun ini di pindahkan saja ke tempat yang lebih aman,” harap dia

Ditempat yang berbeda, Camat Pinoh Utara Yusenno ,S.pd MM mengaku bahwa dirinya sangat perihatin atas terjadinya longsor di Dusun Engkrebah Desa Banga Belimbing.

“Saya sangat berterima kasih kepada awak media PKP karena telah menyampaikan informasi tentang keluhan masyarakat sekitar, dan Insya Allah hari senin akan saya sampaikan kepada Bupati Melawi,” ungkap dia saat ditemui

Ditambahkan lagi oleh Ketua DPC LP3K-RI Kabupaten Melawi Herry Harjomo, SE sangat mengecam keras dengan adanya aktifitas pertambangan liar (PETI) yang berkeliaran di sepanjang sungai melawi, Sungai Kayan, Kayan semapau dan sungai pinoh.

Menurutnya, adanya aktifitas penambangan tersebut sangat bertantangan dengan Undang-Undang dan Peraturan, karena akan menimbulkan dampak negatif, dan dapat merusak lingkungan,

“Saya minta kepada aparat penegak hukum serta Pemerintah Daerah setempat untuk segera turun kelapangan, terutama menertipkan aktifitas tersebut,” tegas dia

Pria yang kerap di sapan dengan nama Thony tersebut menilai, jika aktivitas penambangan liar tersebut terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan, bahwa pemukiman warga yang ada di sekitar bantaran sungai, nantinya akan terjadi longsor yang lebih dahsyat dari sebelumnya.

“Seperti contoh bangunan Steigher yang dibangun mengunakan dana APBD tahun anggaran 2016, Dinas perhubungan Kabupaten Melawi saat ini mengalami kerusakan yang di akibatkan terjadinya tebing yang longsor,” imbuhnya

Terkait dengan adanya penambangan liar di Kabupaten Melawi, Bupati Kabupaten Melawi Pinji, S.Sos, menegaskan agar masayarakat sekitar kawasan tersebut sesegera mungkin membuat laporan untuk di sampaikan kepada Perintah Kabupaten Melawi jika becana longsor tersebut terjadi kembali.

“Tapi, itu pun tidak semena – mena lansung di tangani, kita akan turunkan tim untuk meninjau kebenaranya, dan saya selaku Pemerintah Daerah mengucapkan banyak terima kasih atas segala informasinya,” tegas dia

Dirinya menerangkan, penambangan emas ilegal tidak akan pernah di biarkan berada dikawasannya, karena aktifitas tersebut sangat di larang oleh pemerintah.

“Kita semua harus menyadari termasuk para pelaku karena itu, sebaliknya masyarakat harus menyadari jangan sampai setelah kejadian baru menyampaikan ke pemerintah. Sebenarnya harus di pikir,tidak hanya pemerintah yang menyuarakan masyarakat, sebagai pelaku pemilik lingkungan masyarakat juga harus cinta kepada lingkungannya , bicara masalah kegiatan tersebut jelas terlarang karena tidak mempunyai izin, dan solusinya, tergantung kesadaran masyarakat itu sendiri harus menyadari atas dampak kegiatan tersebut,” tutupnya

(Jhoni)/ redPKP.

(Foto : lokasi yang mengalami longsor./ Jhon )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *