Mari Memberdayakan Masjid Untuk Ijab Kabul

Masjid Sah Dalam Proses Ijab Kabul

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KUBU RAYA – Pemberdayaan masjid di lingkungan masyarakat sebagai tempat prosesi ijab kabul merupakan salah satu cara paling efektif. Hal tersebut diperkenankan dalam hukum islam, selain membawa keberkahan dan memakmurkan ruang lingkup masjid juga mempererat tali silahturahmi di lingkungan tersebut.

Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya H. Syaefudin mengatakan dengan terpenuhinya rukun nikah dalam agama Islam sudah menjadi dasar untuk berlangsungnya proses ijab kabul, “Mau di Kantor KUA, Masjid, atau rumah, sepanjang rukun nikah terpenuhi itu sah-sah saja karena pelaksanaan tempat pernikahan itu adalah hak dari pada pasangan tersebut,” ucapnya di ruangan kerjanya, Sei Raya, Selasa (17/5)

Dalam pemanfaatan area masjid untuk kepentingan proses ijab kabul, H. Syaefudin menjelaskan agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Pihaknya juga akan memproses pemberkasan lebih cepat,”Melakukan ijab kabul di masjid sudah banyak dilakukan masyarakat karena Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut di masjid. Dengan lengkapnya persyaratan buku nikah akan diberikan,” katanya.

Maka biaya administrasi pernikahan diluar jam kerja kantor di tetapkan Rp600.000. Sesuai dengan PP 47 Tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama, untuk di setorkan ke kas negara.

“Adapun penambahan diluar biaya itu tergantung dari yang punya hajatan, setelah penyetoran kami hanya diberikan kwitansi sedangkan uangnya tidak kami lihat. Sedangkan untuk biaya pelaksanaan ijab kabul di KUA kami tidak menetapkannya,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat berbeda Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Subandi Dolet menginsprasi pemberdayaan tempat ibadah hanya pengelolaannya disusun rapi, jangan sampai itu menjadi penghasilan dari pengurus masjid tersebut sehingga melupakan peran tempat ibadah.

“Selama keuangan tersebut untuk kepentingan masjid mengembangkan agama Islam itu sah-sah saja,” tegas Subandi

Terkait dengan hal itu kedepannya pihaknya juga akan mengkoordinir perhimpunan masjid se-Kabupaten Kubu Raya. Agar tercapai kesempurnaan tempat ibadah di daerah masing-masing,”Akan dibicarakan nanti, saat ini tempat ibadah di kampung-kampung juga sudah melakukan hal tersebut. Sebelum terkoordinir kegiatan ijab kabul di tempat ibadah hanya bersifat spontanitas saja,” jelasnya./ir/d1N-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *