Marak Bangunan Liar

Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, A. Syakur, S.Sos./dok. Postkotapontianak.com
Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, A. Syakur, S.Sos./dok. Postkotapontianak.com

SUNGAI PINYUH ! POST KOTA PONTIANAK.  Maraknya keberadaan bangunan liar patut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mempawah. Sebab, bangunan liar tersebut melanggar aturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Karenanya, pemerintah daerah dituntut segera melakukan penertiban.

“Khusus diwilayah Sungai Pinyuh dan sekitarnya, semakin banyak bangunan-bangunan liar. Kalau dibiarkan terus menerus, jumlahnya akan terus bertama hingga sulit untuk ditangani pemerintah daerah,” pendapat Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, A. Syakur, S.Sos.

Legislator Partai  Demokrat itu menyarankan agar instansi terkait segera turun kelapangan untuk melakukan pendataan. Jika terbukti, bangunan tersebut melanggar aturan dan ketetnuan yang berlaku, maka berikan sanksi tegas berupa pembongkaran.

“Tidak hanya melanggar aturan, dampaknya merugikan para pejalan kaki lantaran bahu jalan digunakan untuk kepentingan pihak tertentu. Ada juga yang menambah bangunan hingga menutupi saluran pembuangan. Akibatnya, lingkungan sekitar sangat rentan terendam air. Lihat saja pasar sungai pinyuh, hujan sebentar saja sudah tergenang,” pendapatnya.

Bukan itu saja, imbuh Legislator Dapil II Sungai Pinyuh-Anjongan ini, dirinya banyak menemukan lapak-lapak dagang liar yang dibangun didepan ruko. Keberadaan lapak liar tersebut pastinya akan merugikan pemilik ruko bahkan sampai memakan badan jalan raya.

“Boleh saja berdagang, namun harus memperhatikan aturan dan ketentuan. Kalau lapak-lapak liar ini dibiarkan berkembang, kasihan para pemilik ruko. Mereka sudah memenuhi perizinan dan membayar pajak, justru terhambat usahanya,” nilai Anggota Komisi II DPRD Mempawah itu.(leo/din-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *