Lokakarya Pendidikan Diikuti Sekitar 200 Peserta

UPT. Dinas Pendidikan Kec. Tebas gelar Lokakarya./ foto : Lukman
UPT. Dinas Pendidikan Kec. Tebas gelar Lokakarya./ foto : Lukman

SAMBAS – POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Lokakarya, Rembuk Pendidikan yang digelar Unit Pelaksana teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tebas dihadiri oleh lebih kurang 200 peserta terdiri dari 10 Kepala Desa,10 Ketua Komite Sekolah dan seluruh Kepala Sekolah yang ada di Kecamatan Tebas.

Menurut Maulidin, SPd, selaku Ketua pelaksana, dasar kegiatan adalah merujuk pada program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas tahun 2016. Rapat koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas ,UPT Disdik Tebas dan Muspika Tebas dalam upaya peningkatan Percepatan IPM dan penuntasan angka putus sekolah dan yang tidak melanjutkan.

Bahwa melalui rembuk pendidikan ini mampu memvalidasi data siswa putus sekolah dan tidak meelanjutkan, menentukan langkah strategi dari setiap sektor pendukung, ditambah keterlibatan steakholder untuk mendukung program yang telah disepakati, pemanfaatan wadah (PKBM), untuk melaksanakan tindak lanjut yang bermuara pada peningkatan Indek Prestasi Manusia (IPM) itu sendiri, jelas Maulidin.

Sementara itu Camat Tebas Sugiarti.SH.MM  dengan tegas meminta kepada seluruh jajaran Kepala Desa yakni 23 Kepala Desa se Kecamatan Tebas agar mendukung penuh kegiatan ini . Bagi Kepala Desa yang mengikuti Bimtek keluar daerah agar mampu menerapkan hasil Bimteknya ke Masyarakat, bukan cuma jalan-jalan doang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Jusmadi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa untuk tingkat sekolah dasar tahun ini jumlah siswa yang ikut ujian nasional maupun sekolah adalah 11.300 siswa.

Namun yang tidak melanjutkan kejenjang lanjutan tingkat pertama (SLP) sebanyak 800 siswa, untuk sekolah lanjutan tingkat pertama ada 8000 (delapan ribu) siswa yang lulus.  Namun hanya 7000 (Tujuh Ribu) siswa saja yang melanjutkan kejenjang SLA, berarti ada seribu siswa yang tidak melanjutkan, hal ini sangat miris bagi kita, imbuh Kadis.

H. Muhanni Abdur dan Asya’arin Imran sebagai pemerhati pendidikan, sangat menyayangkan  atas kejadian ini. Perlu dicari akar masalahnya, apakah karena faktor kemiskinan,  atau pihak sekolah yang menekan dengan berbagai biaya ini dan itu. Mari sama-sama kita cari solusinya, dan yang paling utama lakukan pendekatan terhadap mereka, sebab program pemerintah mengenai tuntas belajar dan tuntas sekolah harus direalisasikan bukan hanya sekedar wacana. (Lk / Abe PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *