Listrik Byarpet, FPI Peringatkan PLN

Sawadi
Sawadi

POST KOTA PONTIANAK-MEMPAWAH. Pelanggan listrik di Kabupaten Mempawah memberikan peringatan keras kepada PLN. Jika selama ramadhan, intensitas pemadaman tetap tinggi maka mereka mengancam akan melakukan aksi demontrasi.

Suara lantang mengkritik kinerja PLN pun datang dari Forum Pembela Islam (FPI) Mempawah. Ormas pimpinan Habib Rieziq itu mengancam akan mendatangi Kantor PLN Mempawah, jika selama ramadhan nanti listrik tetap byarpet.

“Kami bukan sekedar mengancam. Kalau memang tingkat pemadaman listrik tetap tinggi selama ramadhan nanti, maka FPI akan datang ke Kantor PLN Mempawah,” tegas Ketua FPI Mempawah, Sawadi, pekan lalu.

Sawadi menyebut, permasalahan listrik selama ramadhan seakan tak pernah tuntas. Alasan klasik tegangan puncak, selalu menjadi andalan PLN meredam kritikan pelanggan. Ironis memang jika permasalahan yang sama seakan tak pernah selesai. Artinya, PLN tak serius melakukan evaluasi dan memperbaiki kinerja.

“Setiap tahun alasanya tegangan puncak atau kekurangan daya. Kalau memang tak mampu mengatasi masalah ini, maka PLN tidak bisa bekerja maksimal. Mau sampai kapan masalah itu berlarut. Pelanggan sudah bosan dengan alasan-alasan,” cecar Sawadi.

Padahal, menurut Sawadi, PLN kerap menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), yang diharapkan

Kamis (2/6) sore, Presiden RI, Joko Widodo melaunching Groundbreaking Mobil Power Plant (MPP) 4x 25 MW di Gardu Induk Parit Baru, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan. Proyek Pembangkit Listri Tenaga Uap (PLTU) itu merupakan bagian dari program kerja 35 ribu MW Kabinet Kerja Jokowi.

Apabila proyek ini mampu direalisasikan dengan baik, maka PLN akan memiliki pasokan 425 MW. Sementara beban puncak listrik hingga akhir Desember lalu tercatat 325 MW. Artinya, PLN akan memiliki cadangan 100 MW atau 30 persen dari total daya yang ada.(leo A/dn)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *