Limbah TBSM Bocor, Dewan Tinjau ke Pabrik

Peninjauan oleh Muspika dan anggota DPRD Sekadau ke PT.TBSM di Desa Tintin Boyok Kecamatan Sekadau/foto: yahya/post kota pontianak
Peninjauan oleh Muspika dan anggota DPRD Sekadau ke PT.TBSM di
Desa Tintin Boyok Kecamatan Sekadau/foto: yahya/post kota pontianak

POSTKOTAPONTIANAK ! SEKADAU – Setelah beberapa kali diadukan dan hukum adat pihak Dusun dan Desa Tintin Boyok atas terjadinya pencemaran sungai Semirah Semerimbang di Desa Tintin Boyok Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Sabtu (21/3/2015), Muspika Sekadau Hulu bersama anggota DPRD dan sejumlah perangkat Desa Tintin Boyok mendatangi PT. TBSM untuk melakukan peninjauan.

Peninjaun dilakukan ke kolam penampungan limbah dilanjutkan dengan pemantauan ke kolam len aplikasi untuk menampung limbah pupuk.

Di kolam limbah, tim peninjauan dan menemukan kolam yang didapati mengalami kebocoran sehingga menyebapkan aliran limbah dari CPO pabrik TBSM mengalir ke jalur anak sungai Semirah.

Sempat terjadi perdebatan mengenai penanganan dan standarisasi pembuatan kolam limbah oleh pihak perusahaan yang dinilai oleh Muspika dan tim peninjauan tidak layak sehingga terjadi kebocoran penampungan limbah.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat, Paulus Subarno dalam pertemuan mengatakan, masyarakat sudah berkoban lahan yang diserahkan pada pihak perusahaan, sewaktu pembukaan lahan. Diharapkan perusahaan memegang teguh amanah masyarakat dalam hal tehnis memelihara lingkungan dari pencemaran pabrik dan perkebunan.

Kunungan Muspika Sekadau Hulu bersama anggota DPRD dan sejumlah perangkat Desa Tintin Boyok datangi PT. TBSM untuk melakukan peninjauan/foto : yhy/post kota pontianak.
Kunungan Muspika Sekadau Hulu bersama anggota DPRD dan sejumlah perangkat Desa Tintin Boyok datangi PT. TBSM untuk melakukan peninjauan/foto : yhy/post kota pontianak.

” Permasalahan ini kita minta segera ditangani  perusahaan dan perushaan harus segera memperbaiki limbah yang mencemari sungai,” ujar Subarno.

Selain itu,wakil rakyat dua priode di Kabupaten Sekadau itu menyarankan perusahaan (TBSM)  harus memikirkan adanya ketersedian air bersih bagi masyarakat 3 dusun di Desa Tintin Boyok setelah tercemarnya sungai.

” Perusahaan harus ingat ada kewajiban CSR kepada masyarakat sehingga pemerintah Kabupaten merasa terbantu dengan program-progran CSR perusahaan dalam pembangunan,” tukasnya.

Camat Sekadau Hulu, Yanson mengatakan, Perusahaaan harus menstandarkan aturan-aturan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk mengantisifasi terjadinya peluapan limbah ke sumber air warga.

” Adanya keluhan masyarakat mengenai pencemaran limbah ini agar dari hasil peninjauan muspika dan DPRD untuk ditindak lanjuti perusahaan agar kasus kebocoran limbah ini tidak terulang kembali sehingga perushaan bisa bekerja dengan aman dan masyarakat merasa nyaman dengan keberadaan perusahaan,” papar Yanson.

Dikatakan Yanson, selaian Badan Lingkungan Hidup, Muspika dan pihak terkait juga berwenang untuk melakukan pengawasan kepada perusahaan namun dalam kontek bukan mencari permasalahan tetapi menjadi fasilitator masyarakat dengan perushaan.

” Setelah ini, muspika akan terus melakukan pemantauan serta Muspika meminta copy administrasi perijinan di pemerintah daerah sebagai bukti kepengurusan ijin lingkungan dan Amdal di BLH,” tukas dia.

Sementara itu, Kapolsek Sekadau Hulu, IPDA Asep Wahyudi secara tehnis menekankan agar pihak PT.TBSM  menyiapkan tanggul yang layak guna mencegah terjadinya kebocoran kolam limbah.

” Sembari menunggu izin BLH keluar, diharapkan standar kolam limbah sudah di perbaiki perusahaan agar tidak terjadi pencemaran kepada lingkungan,” ungkap Asep.

Pihak Desa dengan perusahaan diminta ada kordinasi dalam penanganan permasalahan-permasalahan dilapangan. “ Diharapkan para unsur pimpinan perusahaan dapat membina hubungan baik dengan masyarakat dan Muspika serta pihak terkait sehingga dalam pelaksanaan dapat saling mengingatkan dan menjaga,”.

Kades Tintin Boyok, Elias mengatakan, setelah peninjauan lapangan oleh Muspika bersama DPRD,hal ini diharapkan ada tindak lanjut dari perusahaan.

” Sungai yang tercemar merupakan tumpuan masyarakat untuk MCK sehingga sungai tersebut sangat fital.untuk itu agar perusahaan memperbaiki kolam limbah yang mengalami kebocoran dan jangan lagi teralir ke sungai,” tukas Elias.

Sementara itu, Jaib Kadus Tebelian Mangkang menceritakan, pada Tangggal 8 Maret disampaikan kepihak perushaan dan datang ke kantor pabrik PT.TBSM dimana jawaban pihak perusahaan mengatakan bahwa hal ini (pencemaran) tidak disengaja.

” Karena sudah adanya hewan sungai (Ikan) yang mati akibat limbah, maka kami dan pihak Desa  melaporkan kepada pihak Muspika,” ujar Jaib.

Sementara itu,  Yosep tokoh masyarakat Tintin Boyok, mengatakan saat ini kondisi dua air terjun Semirah Semerimbang dan Semirah Putih di kawasan Desa Tintin Boyok sudah tidak layak dijadikan objek wisata bagi masyarakat.hal ini disebapkan kondisi kedua air terjuan sudah dalam kondisi tercemar oleh berbagai exploitasi lingkungan dari perusahaan.

” Sudah tidak bisa jadi asset wisata lagi,ditambah dengan tercemarnya sungai yang menjadi tumpuan masyarakat untuk MCK,” ungkap Yosef.

Sementara itu dari pihak perusahaan,General Manager Zulfikar mengatakan,Kolam limbah yang ada hanya sementara dan nantinya kolam akan diperbaiki.

” Kolam baru akan di buat Pengolahan limbah,pengolahan bakteri dan ijin kami akui terlambat. Sementara pabrik telah beroprasi,” ungkap Zulkifli.

Diakui pria paruh baya itu, saat ini hanya percobaan kolam dengan kapasitas 40 kubik./ton yang di uji di isi air bercampur limbah yang merembes ke hulu sungai semirah semerimbang.

“Penanganan sudah dilakukan dengan pengalian kolam baru beberapa hari terakhir,” katanya.

Dikatakan dia, sample limbah sudah pernah diambil BLH dan Polres ditambah dengan adanya pengambilan sample dari Sekupindo untuk pengujian lab sample.

” Limbah masih dimanfaatkan pihak perusahaan untuk pupuk dengan nilai 1,7 tahun,” ungkap dia.

Jarak antara pabrik (kolam) ke anak sungai merah 200an meter. Sedangkan jika di ukur ke sungai semirah putih berjarak 2,5 kilo meter.

Perusahaan sudah menyiapkan isntalasi untuk pemanfaatan limbah sebagai pupuk ke perkebunan sehingga dapat dipastikan limbah tidak akan terbuang kemana-mana.

Jika tanggul kolam limbah sudah diperbaiki dapat dipastikan selama 3,5 bulan kedepan pabrik tidak ada masalah limbah.( Yahya-PKP )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *