Lima Tahun Kapuas Hulu Dapat Bantuan 17 Juta US Dollar

lima tahun Kapuas Hulu dapat bantuan./dok:WjS
lima tahun Kapuas Hulu dapat bantuan./dok:WjS

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KAPUAS HULU-Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki berbagai potensi alam bahkan yang merupakan kabupaten konservasi saat ini menjadi pusat perhatian dalam berbagai sektor pembangunan. Tidak tanggung-tanggung Kabupaten Kapuas Hulu juga mendapatkan bantuan dana untuk program lima tahun kedepan sebesar 17 Juta US Dollar. Ini disampaikan Kepala Pusat Standarisasi Dan Lingkungan, Agus Sar Sisto, pada acara Rapat Konsultasi Multi Pihak Design Proyek Dan Kegiatan Ekonomi Pada Forest Invesment Program Proyek I Di Kabupaten Kapuas Hulu,yang diselenggarakan di Aula Bank KALBAR, Lantai 3, Jalan D.I.Panjaitan Putussibau., sekitar pukul 10.20 wib, Rabu (8/04-2015).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, A.M.Nasir,SH  dihadiri 59 orang diantaranya Kepala Pusat Standarisasi Dan Lingkungan, Agus Sar Sisto. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana,SH,MH. Kepala Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Kabupaten Kapuas Hulu, H.Hasan M. Camat Kecamatan Embaloh Hulu, Drs.Hermanus Jemayung. Temenggung Suku Iban, V.Jebing. Temenggung Tambaloh,P.Onyang ST. Camat Kecamatan Putussibau Utara,Hermanus Susanto. Camat Kecamatan Putussibau Selatan,Iwan Setiawan. Beberapa Kades, dan beberapa Ibu-Ibu PKK dari beberapa Kecamatan Embaloh Hulu, Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Mahasiswa UNTAN (magang), Denny Adriansyah. Perusahaan PT.Bumi Raya Utama. Perusahaan PT.Toras Banua Sukses. WWF Indonesia, KOMPAKH, PRCF, FORINA, DPMU, GIZ-Forclime, Lanting Borneo, Flora Fauna Indonesia, dan Yayasan Kaban.

Kepala Pusat Standarisasi Dan Lingkungan, Agus Sar Sisto, menyayangkan karena masih banyak Desa yang tidak bisa didatangi oleh pihaknya. Meskipun demikian, Agus Sar Sisto, berharap kepada Desa-Desa yang sudah mengetahui program tersebut agar menyampaikannya dan memberikan informasi kepada Desa yang belum mengetahui. Apa lagi di Kabupaten Kapuas Hulu ada 278 Desa. Jika dibandingkan yang hadir dari jumlah Desa, maka yang hadir ini hanya sebagian kecil saja.

Disampaikan Agus Sar Sisto, bahwa pihaknya memberikan bantuan sebesar 17 juta US Dollar untuk Program 5 Tahun. Dana tersebut untuk kegiatan dilapangan dan untuk biaya administrasi.

“Mudah – mudahan, dana yang sedikit ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan berpikir untuk mendapatkan uangnya. Tetapi berfikirlah bagaimana uang ini dapat digunakan agar bisa dikembangkan dengan baik. Misalnya, bagaimana caranya mendapatkan Madu, dijual dan kemudian mendapatkan keuntungan. Dan kami berharap bapak ibu bukan menjadi perantara, tetapi menjadi seorang pendung dari berbagai macam kegiatan,”pintanya.

Oleh karena itu, Agus Sar Sisto meminta dukungan Pemerintah Daerah. “Kami tidak mau hanya laporan yang dibuat sedemikian rupah, yang disusun rapi, dijilit. Dan saya yakin laporan tersebut, tidak akan dibaca. Kami meminta dalam kesempatan ini, kegiatan yang realnya. Kami minta kegiatan ini bisa memberikan manfaat. Terpenting adalah ketulusan dari kita semua untuk melaksanakan kegiatan ini,”cetusnya.

Sementara, itu Bupati Kapuas Hulu A.M.Nasir,SH,  mengatakan luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 31 koma juta sekian Ha Km2, dan 50 persennya Kawasan Kapuas Hulu, sudah menjadi Kawasan Taman Nasional, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun. Kawasan yang sudah ditetapkan ini, mau tidak mau harus kita dukung sebagi regulasi kita. Tetapi dengan ditetapkannya kawasan ini kami berharap konfensasinya juga harus jelas.

“Yang terjadi selama ini, jangankan konfensasi, bahkan masyarakat setempat khususnya yang berada di kawasan tersebut terkesan gerakannya dipersempit. Misalnya, untuk mengambil kayu keperluan mereka (masyarakat setempat) sehari-hari saja dilarang,”sindirnya.

Menurut Nasir, bahwa seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa program ini untuk 5 tahun kedepan. Tetapi tentunya harus melihat dulu, apakah program tersebut sesuai tidak dengan daerah setempat. Jika ternyata program 5 tahun tersebut tidak sesuai, tentunya program tersebut harus dievaluasi kembali.

“Jangan sampai membuat program, tetapi pelaksanaannya dilapangan hanya sosialisasi – sosialisasi saja. Begitu juga dengan masyarakat, masyarakat juga harus berkomitmen, jangan sampai program ini tidak bermanfaat atau sia-sia saja,”tegasnya.

Misalnya seperti yang dicontohkan, terkait Madu. Masalah madu ini juga tergantung dari Petani Madu itu sendiri, jangan sampai tidak menguasai pasar. Bahkan mungkin para petani itu sendiri yang merusak kwalitas madu dengan cara mencampur air karena mau timbangannya lebih berat.” Nah, persoalan ini hendaknya tidak boleh terjadi. Jangan sampai prinsipnya hanya mau menikmati hasil, tetapi tidak mau berusaha dengan baik,”cetusnya.

Menanggapi adanya  bantuan 17 juta dolar tersebut, Nasir dengan tegas mengatakan harus dimanfaatkan sebagimana mestinya. Jangan sampai gara – gara dana bantuan tersebut, ada pemberitaan – pemberitan yang tidak baik karena adanya indikasi penyimpanag. “Jangan sampai persoalan tersebut terjadi, ini pesan kami,”tegasnya. /Timo

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *