LDII Nilai Penetapan HSN Upaya Mempersiapkan Generasi Berkarakter

JAKARTA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Penetapan tanggal 22 Oktober  sebagai Hari Santri Nasional (HSN) oleh

Drs H Hidayat Nahwi Rasul Ketua DPP LDII./ ss
Drs H Hidayat Nahwi Rasul Ketua DPP LDII./ ss

Pemerintah, merupakan langkah revolusi mental dalam mempersiapkan generasi berkarakter. “Keputusan Presiden itu bentuk pengakuan dan penghargaan kepada pesantren khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, profesional dan religius,” ujar Drs H Hidayat Nahwi Rasul Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kepada PostkotaPontianak.com melalui press release.

Dijelaskannya keputusan HSN ini juga bentuk pengakuan dari pemerintah terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa. “Artinya santri diakui mempunyai jasa besar dalam perjuangan bangsa, sehingga sangatlah tepat pemerintah memberi penghormatan dan penghargaan,” jelas HNR panggilan akrabnya.

Selain sebagai bentuk penghargaan Kepres Nomor 22 tahun 2015 itu ditambahkannya juga sekaligus harapan bahwa betapa pentingnya mengukir masa depan bangsa tidak hanya dengan kepintaran akan tetapi juga dengan hati dan kecerdasan spiritual.

“Kecerdasan intelektual tanpa ditopang dengan kecerdasan spritual yang berbasis kefahaman agama akan justru membahayakan masa depan bangsa,” tegasnya.

Penetapan HSN dinilai Hidayat Nahwu Rasul juga mengingatkan kita konsep pesantren yang memadukan antara mondok, belajar agama dan ilmu pengetahuan dalam satu wadah yakni pesantren. “Perpaduan ini diharapkan dapat mereduksi dampak negatif kenakalan remaja dan anak sekolah. Karena saat di pesantren ada tiga hal yang diperoleh para santri yaitu faqih akan ilmu agama, berakhlaqul karimah dan nilai-nilai entrepreneur dan skill untuk hidup mandiri,” ujarnya.

Sehingga bagi LDII,  Keputusan Pemerintah menetapkan HSN merupakan Keputusan yang tepat dan merupakan kristalisasi nilai-nilai kesantrian untuk menjawab tantangan masa kini dan masa yang akan datang. “LDII apresiatif penetapan HSN, dan semoga menjadi momentum perbaikan terhadap pengelolaan pondok pesantren,” imbuh dia./ PKP

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *