LDII Kalbar Kirim Enam Da’i Ikuti Pengajian Sarah Asmaul Husna

Waliota Kendiri H. Abdullah Abu Bakar sematkan tanda peserta Pengajian Syarah Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah Kendiri./ st
Waliota Kendiri H. Abdullah Abu Bakar sematkan tanda peserta Pengajian Syarah Asmaul Husna di Ponpes Wali Barokah Kendiri./ st

PONTIANAK – POSTKOTAPONTIANAK.COM!! Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui lembaga pendidikan Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri menggelar Pengkajian Syarah Asmaul Husna yang dimulai tanggal 7 – 10 Maret dan diikuti  sekitar tujuh ribu orang peserta  dari seluruh Indonesia.  “Untuk utusan dari Kalbar kita hanya mengirimkan enam da’i. Keenam da’i yang dikirim itu nantinya memiliki kewajiban untuk menyampaikan ilmu yang didapatnya kepada para da’i di Kalimantan Barat,” ujar Susanto,SE.ME Sekretaris DPW LDII Kalbar kepada PostkotaPontianak.com Selasa, (8/3).

Asrama kali ini dibuka Sedangkan Pengkajian Syarah Asmaul Husna dibuka langsung oleh Walikota Kediri H.Abdullah Abubakar, SE. Dikatakannya melalui bahwa dengan kegiatan asrama ini LDII turut membangun ekonomi di wilayah sekitar pesantren, selain itu juga memiliki banyak dampak positif  lainnya.

“Dengan terdapat banyak pondok pesantren di sekitar wilayah kota Kediri, akan memicu tumbuhnya kegiatan wisata, terutama wisata religi.  Bahkan, ketika acara asrama berlangsung, dampaknya sangat terasa bagi pengusaha di Kediri,” ujarnya. Adapun yang menerima dampak positifnya adalah di bidang transportasi, kuliner, penginapan, hingga warga sekitar yang rumahnya disewa peserta.”Secara keekonomian, LDII membantu pertumbuhan ekonomi Kota Kediri,” tegas Abdullah.

Sedangkan Ketua Panitia Pengkajian Syarah Asmaul Husna, KH Drs Sunarto, mengapresiasi kepedulian Pemerintah Kota Kediri. “Perhatian pemerintah sudah ditunjukkan dari dulu sampai dengan saat ini. Dukungan dan kepedulian
yang luar biasa terhadap aktivitas pesantren sudah kami rasakan,” jelas Sunarto.Dijelaskan peran Pemerintah Kota Kediri ditandai dengan dukungan penuh dalam awal pembangunan menara Asmaul Husna Pondok Wali Barokah, Kediri, sampai dengan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta kegiatan-kegiatan pondok pesantren lainnya.

“Peserta yang hadir dan wajib mengikuti kegiatan asrama ini adalah para ulama-ulama, mubaligh maupun utusan yang terpilih untuk mewakili daerahnya masing-masing,” imbuh dia

Lebih lanjut Sunarto menerangkan revolusi mental yang diusung pemerintahan Jokowi dapat  dilaksanakan warga LDII. Salah satunya dengan pelaksanaan asrama syarah Asmaul Husna.

“Alhamdulillah, kalau masih ada yang mempertahankan nilai keagamaan sampai saat ini, mudah-mudahan bersama Pesantren Wali Barokah mari sama-sama mendapatkan kebarokahan” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP LDII Prof Dr KH Abdullah Syam mengatakan program LDII untuk membentuk insan profesional religius harus diwujudkan dengan terus menambah ilmu pengetahuan mengenai agama, “Kami terus mendorong para ulama menggali kekayaan khasanah Alquran dan Alhadist sebagai pedoman berprilaku warga LDII di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Hal ini penting untuk mewujudkan program
profesional religius,” kata Abdullah Syam.Selain itu, ilmu yang diasramakan juga ditujukan untuk pembinaan generasi muda LDII, yang sasaran utamanya meraih tri sukses, yakni memiliki ilmu agama yang tinggi, memiliki akhlak mulia, dan mandiri. Selain itu Abdullah Syam berharap kedatangan Ketua MPR Zulkifli Hasan dapat meneguhkan komitmen kebangsaan warga LDII, yang sejak dulu selalu menyandingkan Islam dengan Pancasila sebagai keselarasan dalam hidup berbangsa dan bernegara.”Bagi LDII, Islam dapat dijalankan dengan baik di Indonesia berkat Allah SWT yang memberi bangsa Indonesia pedoman dasar negara berupa Pancasila,” ujar Abdullah Syam. Sehingga bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan suku bisa hidup rukun dan damai. Sesuai rencana pengkajian Syarah Asmaul Husna akan ditutup oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada 10 Maret mendatang. (ST/PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *