LDII Jamin Warganya Tidak Gabung Gafatar

JAKARTA – POSTKOTAPONTIANAK.COM!!!. Ketua Umum DPP LDII, Prof Dr KH Abdullah, MSc menjamin warganya tidak ada yang gabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), karena sejak awal pihaknya telah memberikan pemahaman 10 kriteria aliran sesat. “Dalam catatan LDII, tidak ada warga LDII yang sampai ikut Gafatar yang sudah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujar Abdullah Syam ketika ditemui sejumlah wartawan selepas menggelar pertemuan dengan Presisen Jokowi, di Istana Merdeka, Jum’at (5/2).

Ketua Umum DPP LDII Prof. DR.KH. Abdullah Syam, M.Sc./ ST/PostkotaPontianak.com
Ketua Umum DPP LDII Prof. DR.KH. Abdullah Syam, M.Sc./ ST/PostkotaPontianak.com

Saat ditanya terkait materi yang dibahas bersama Presiden Jokowi, dirinya menjelaskan bahwa pembahasan seputar radikalisme, terorisme dan narkotika. “ Secara tegas, LDII menolak radikalisme, terorisme, ISIS, penyimpangan atau aliran sesat,” tegasnya.

LDII bersama ormas Islam lainnya sudah menyatakan penolakan atas radikalisme. Konkritnya, pondok pesantren yang dikelola LDII juga menyatakan serupa dan memasang spanduk sebagai pernyataan sikap menolak ISIS dan ajaran radikal atau terorisme, serta narkoba. “Paham radikalisme, terorisme, sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Ajaran Islam. Islam itu rahmatan lil alamin,” ujar Abdullah Syam.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Prof Syam ini mengatakan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengundang LDII dan ormas lainnya pada Selasa mendatang. Mereka ingin membahas tentang isu radikalisme dan terorisme

Saat bertemu Jokowi, LDII juga menyampaikan dukungan atas kebijakan Jokowi mengenai revolusi mental. LDII juga memiliki lima pilar yang ditulis dalam satu buku diserahkan pada Jokowi. “Itu merupakan kontribusi LDII terhadap kebijakan pemerintah,” katanya.

LDII juga melaporkan kegiatannya terkait revolusi mental, seperti peningkatan kualitas SDM dari mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai mahasiswa. LDII punya lembaga formal dan informal di mana pondok pesantren termasuk di dalamnya. “LDII terus berupaya untuk membentuk insan yang secara pribadi memiliki kejujuran, memiliki sifat amanah, kerja keras. Dan sampai dengan pola hidup hemat, sederhana, memiliki akhlaqul karimah, memiliki ilmu, keterampilan. Kemudian secara sosial dia bisa membentuk teamwork yang rukun, kompak, dan kerja sama yang baik,” tegasnya./ST/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *