Launching Sekadau Menuju Kabupaten Layak Anak

Bupati Ajak Masyarakat Lindungi Anak-anak

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU.  Launching Kabupaten Sekadau menuju kabupaten layak anak (KLA) dilakukan di aula Kantor Bupati, pada Senin siang (16/5). Untuk mensukseskan program tersebut semua pihak diminta bersama-sama agar KLA dapat terwujud.

Igatius Anggoro, Manager Operasioal Kantor Operasional Sekadau Wahana Visi Indonesia mengatakan, dengan dideklarasi tersebut Sekadau menjadi Kabupaten ke empat di Kalimantan Barat sebagai kabupaten layak anak.

“Lingkungan layak anak yag dipersiapkan sejak awal tentu akan memberikan dampak jangka panjang. Semoga Sekadau benar-benar menjadi kabupaten layak anak,” ujarnya.

Anggoro mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan pemkab untuk mewujudkan KLA. Untuk memperkuat program penguatan kapasitas kelompok  masyarakat, kata dia, pihaknya juga didukung secara khusus oleh Uni.

Sementara itu, Bupati Sekadau, Rupinus yang ditemui usai kegiatan launching tersebut mengatakan, Sekadau saat ini menuju KLA. Untuk menjadi kabupaten layak anak, kata dia, sebanyak 31 indikator harus terpenuhi. Dia mengatakan, pihaknya tidak memiliki target yang muluk-muluk untuk menjadi KLA.

“Saat ini masih menuju. Secara bertahap indikator itu akan kami upayakan terpenuhi. Tentu untuk menjadikan Sekadau sebagai KLA perlu dukungan semua pihak,” ujarnya.

Mengenai maraknya kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini, orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini mengaku prihatin. Pemkab Sekadau, kata dia, terus berupaya agar kasus tersebut tidak terjadi di Sekadau.

“Rentetan kejadian kasus kekerasan terhadap anak yang ada dimedia sangat memprihatinkan. Tayangan-tayangan ini juga dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya kekerasan, tetapi bagaimanapun jangan sampai terjadi di Sekadau. Bagaimana Sekadau ini menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” kata dia.

Upaya pencegahan, kata dia, juga memerlukan kerjasama seluruh elemen masyarakat. Lembaga sosial, kepemudaan, keagaman bisa melakukan pembinaan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam hal yang
negatif seperti kenakalan remaja dan lain sebagainya.

“Jika anak usia pelajar, bisa diikutkan dalam kegiatan-kegiatan positif. Tentu hal itu juga perlu didukung oleh orang tua serta lingkungan, kepada orang tua juga jangan sampai lepas kontrol,”
ucapnya.

Rupinus mengatakan, KLA juga diberlakukan hingga ketingkat desa. Untuk itu, dia juga mengimbau masyarakat mulai dari tingkat desa bahu membahu untuk mewujudkan KLA. “Tentu semua ini tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya. (mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *