Larangan Menjual Minuman Keras di Sekadau

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Disperidakom mengeluarkan surat himbauan untuk mini market dan toko menjual minuman alkohol

miras dilarang dijual di mini market./mus mussin
miras dilarang dijual di mini market./mus mussin

(minol) di Kabupaten Sekadau guna menindaklanjuti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 yang menegaskan, bahwa minimarket tidak boleh menjual minuman beralkohol golongan A ( kadar alkohol 0-5 persen).

Kepala Dinas Perindakom UKM kabupaten Sekadau, H. Isdianto,SE, menyampaikan tentang ditindaklanjuti sosialisasi langsung ke mini market dan toko-toko melalui surat himbauan hingga ke tingkat kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau agar tidak memperdagangkan jenis minuman yang mengandung alkohol.

Berdasarkan himbau itu hingga batas yang diberikan 17 April mendatang, akan meninjau pengusaha-pengusaha yang ada menjual minuman, termasuk jenis minuman Tuak karena masih mengandung alkohol yang membuat mabuk manusia.

Isdianto melarang menjual minol dalam kadar alkohol mulai dari 0-5, “Jadi tidak boleh menjual minuman keraslah,”ujarnya.

Lanjut Isdianto, “Jadi dalam aturan Permendag No 06/M-DAG/PER/1/2015 itu, tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Permendag ini menegaskan larangan bagi mini market untuk menjual minuman beralkohol mulai 16 April 2015 mendatang yang golongan A ( kadar alkohol 0-5 persen ),” ungkap Isdianto.

Lanjutnya, Disperindagpas telah memberikan himbauan kepada seluruh pemilik mini market dan toko-toko sudah mensosialisasikan peraturan tersebut. ”Surat juga sudah kami sampaikan, dan jika ada yang terbukti masih menjual minol maka akan langsung berurusan dengan pihak yang berwajib,” tegasnya.

Dengan telah dilakukan himbauan tersebut sambung Isdianto, pihak Disperindag Pasar melalui tim pengawasan akan melakukan pemantauan dan operasi pemusnahan minuman beralkohol di setiap mini market yang masih menjual minuman beralkohol kadar 0-5 persen itu.

“Jadi operasi pasar akan dilakukan setelah 17 April 2015 sesuai instruksi Pemendag. Bila masih ditemukan ada yang menjual minuman beralkohol, maka tim akan melakukan penyitaan dan pemusnahan minuman tersebut,” jelasnya.

Lanjut masalah ijin, Isdianto mengaku pihaknya masih mempelajari tentang surat perijinan menjual Minol. ” tentang surat ijin peraturan menjual Minol kami masih mempelajarinya,” ungkapnya.

“Kita telah memberikan himbauannya, bukan hanya kepada mini market saja, tapi kepada pemilik toko, pengecer dan warung-warung yang berada di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir Jadi sudah menyampaikan himbauan agar tidak menjual minuman beralkohol,” jenis arak dan tuak, tapi jika di lihat di lapangan masih ada perdagangan warung-warung dan cafe yang masih ada menjual minum keras jenis arak./mus

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *