LAKI Temukan Maraknya Pungli Di BPN Mempawah

MEMPAWAH ! PKP-Stiker Anti Pungli menempel di dinding ruang lobi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mempawah. Maksud penempelan stiker itu ingin memberi tahu kepada publik bahwa BPN telah melakukan reformasi birokrasi dengan mencegah praktek

BPN Mempawah./pkp
BPN Mempawah./pkp

pungli di lingkungan kantornya.

Ironis hal itu justru kontradiktif dengan perilaku para pegawai BPN yang masih memungut biaya (pungli) untuk segala bentuk administrasi pertanahan di luar ketentuan biaya resmi.

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Mempawah, Andi Komarudin mengalami hal itu. Dia sudah setahun lebih memohon kepada BPN Mempawah untuk menerbitkan alas hak atas tanah yang dikuasainya. “Prosedur sudah saya tempuh baik kelengkapan administrasi maupun biaya resmi yang telah ditentukan juga telah disetornya. Namun apa yang terjadi selama setahun ini saya menanti. Jangan sertifikat terbit, turun untuk pengukuranpun juga belum,” jelas Daeng panggilan akrabnya.

Dengan kata lain lanjutnya kendati biaya sudah disetor tidak menjamin sertifikat akan segera keluar. “Para oknum masih minta biaya tambahan untuk memperlancar administrasi, ” ungkapnya.

Pengakuan ini diakui seorang pegawai BPN berinisial Syt mengatakan jika uang itu atas arahan pimpinan dan kasi. “Saya temui langsung SYT, dia bilang jika dana tambahan itu sesuai arahan Pimpinan dan Kasi,” jelas  Daeng.

Bagi saya hal ini sangat memprihatinkan. “Oleh karenanya saya mendesak agar kementrian agraria dan kanwil BPN segera menindak tegas tindakan para pegawai BPN Mempawah,” pintanya.

Jika tidak ditindak, dimungkinkan praktek pungli di BPN Mempawah makin marak. “Kasihan rakyat selalu dipaksa dan diperas jika ingin berurusan dengan BPN,” tambah dia./ i5/ss/PKP/

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *