Lagi, Permasalahan Kebun Sawit PT RJP Kubu Raya

KUBU RAYA, PostKotaPontianak.com-Perkebunan Sawit sekitar  5000 ha milik PT RJP (Rajawali Jaya Perkasa) di Desa Sungai Bulan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, menggarap lahan milik masyarakat Sungai Bulan sebanyak 250 KK (Kepala Keluarga) dengan luas tanah 600 ha yang sudah mempunyai Surat Kepemilikan Tanah.

Dikatakan oleh Kepala Desa (Kades) Sungai Bulan Nur Juansyah,SE ,” tertera tanggal 24 Maret 2014, kesepakatan peta tapal desa,  disitu jelas peta-peta  milik warga yang sudah ber SKT, tetapi dari PT PJP sudah menggarap 600 ha milik masyarakat Sungai Bulan,” ucapnya.

(Lokasi PT. RJP) -( Muslihin Kasie eksbang Sungai Bulan)-(Masyarakat Desa Sungai Bulan dan anggota Babinsa serta anggota Polsek Sei Raya).(foto-PKP/dyan)
(Lokasi PT. RJP) -( Muslihin Kasie eksbang Sungai Bulan)-(Masyarakat Desa Sungai Bulan dan anggota Babinsa serta anggota Polsek Sei Raya).(foto-PKP/dyan)

“Sampai sekarang pihak dari PT RJP hanya memberikan uang dispensasi kepada warga yang tanah nya di garap sebesar 750 ribu persertefikat itupun hanya 30 persen warga yang mendapatkan dana dari PT RJP sampai saat ini tidak ada data yang akurat antara PT RJP dan Pemerintahan Desa lama,” ujarnya.

Juansyah menambahkan, pekerjaan yang dilakukan oleh PT RJP tidak sesuai dengan kesepakatan dari Peta tapal Desa,” melalui peta tapal desa ada yang sudah bersepakat untuk lahannya dikerjakan oleh PT RJP, tetapi pada kenyataannya pekerjaan lahan sawit dilakukan diluar perijinan,” tambah Juansyah.

Hal ini juga sudah diperjuangkan oleh Juansyah dan rekan-rekan Desa,”pada tanggal 2-Februari 2015, kami mendatangi kantor RJP pusat di Jakarta yang notebonenya dari AMS Group. Pada saat itu ketemulah dengan Pak Sumanto sebagai Humas dari AMS mengatakan, akan ada rapat koordinasi pada minggu ke 3 bulan Februari di Kantor Desa, tunggu punya tunggu sampai sekarang tidak ada, sering saya telpon tetapi dia mengatakan nanti turun ke lokasi, sampai sekarang,” beber Juansyah.

Padahal, tegas Juansyah, meskipun PT RJP menginvestasikan lahan perkebunan sawit milik warga namun tidak menghilangkan hak-hak kepemilikan tanah masyarakat,” ini harusnya dipahami oleh perusahaan sawit, setidaknya sosialisasi dahulu penandatangani MOU dengan warga yang dipakai lahannya untuk perkebunan sawit PT tersebut,” ungkapnya.

Hal lainya juga disampaikan oleh Muslihin Kasie eksbang Desa Sungai Bulan,” pada tahun 2008 saat, saya mengukur bersama Margono sebagai perwakilan dari PT PJP tentang luas tanah yang akan di gunakan sebagai kebun sawit menemukan kejanggalan setelah sampai ke 1 km terdapat juga program transmigrasi sekitar 100 kk yang juga diberi jin oleh Kades lama Pak Slamet Riyadi,” kata Muslihin Sungai Raya Desa Sungai Bulan.

Setelah kejadiaan tersebut pihak dari PT RJP menemui aparat Desa lama dan ingin warga tersebut mengganti fungsi lahan yang awalnya kebun karet menjadi kebun sawit dan tanpa sepengetahuan warga oleh Slamet menyetujuinya.

Sampai berita ini di tayangkan dari pihak PT. RJP belum ada melakukan sosialisasi dengan Pemerintah Desa sekarang maupun masyarakat Desa Sungai Bulan.(dyan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *