KPU Menggelar Rapat pleno terbuka, Rekapitulasi Daftar Pemilih tetap Pemilukada Melawi 2015

MELAWI ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Komisi Pemilihan Umun (KPU) Melawi telah menetapkan Daftar

Julita S.H Ketua KPU Melawi./foto:fran
Julita S.H Ketua KPU Melawi./foto:fran

Pemilih Tetap (DPT) untuk Kabupaten Melawi sebanyak 160.434 jiwa pemilih . Penetapan DPT tersebut disampaikan pada saat KPU menggelar rapat pleno terbuka, rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap pada pemilukada Melawi 2015, yang digelar di Hotel Rajawali nanga pinoh pada Jumat (2/10/2015) Malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Jumlah DPT tersebut (160.434) merupakan yang telah kita tetapkan untuk data pemilih pada saat pemilihan nanti,” ujar Ketua KPU Melawi Julita ,usai rapat berlangsung.

Selain itu, ia juga mengatakan apabila nantinya masih ada data pemilih yang belum terdaftar, maka orang tersebut akan masuk dalam DPT+ 1. “Dalam daftar DPT tambah satu adalah mereka yang tidak terdaftar pada DPT yang telah ditetapkan Malam ini. Dan mereka bisa melapor mulai dari 12 sampai Oktober,” jelas Julita

Adapun jumlah pemilih terbanyak terdapat di kecamatan Nanga pinoh yakni sebanyak 37.697 jiwa, dan Kecamatan Belimbing hulu memiliki pemilih paling sedikit sebanyak 7.656 jiwa.

Dibanding DPT pada saat Pileg dan Pilpres lalu, DPT pemilihan bupati dan wakil bupati Melawi 2015 mengalami penigkatan . Bila kita perbandingkan pada DPS pilkada yang telah diplenokan sebelumnya mencapai, 172.193 pemilih, atau bertambah 19863, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilpres tahun 2014, yang mencapai 152.330 pemilih. Kendati terjadi penambahan 8104 pemilih, jika dibandingkan dengan DPT pilpres tahun 2014 sebanyak 152.330. Jiwa pemilih “kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek pengumuman Di PPS,  apabila namanya memang belum terdaftar silahkan mendaftarkan diri, ke PPS setempat, pendaftarannya akan kita buka dari tanggal 13 sampai dengan 20 Oktober, silahkan di cek pengumuman kami di seluruh kantor desa,” kata julita

Juliita menambahkan, pihaknya tetap meminta kepada PPS untuk memantau, apabila ada pemilih yang tidak memenuhi syarat, sebagaimana pasal 26 ayat 2, apabila ada orang yang sudah meninggal atau terdaftar dua kali, atau alih status agar bisa melapor ke PPS.

“Nanti PPS akan mencoret nama yang telah terdaftar tersebut. Jadi masyarakat juga bisa memantau apabila ada daftar nama yang tidak layak masuk,” Jelasnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *