Kongkalingkong Pembangunan Tower, Diduga Ada Permainan Uang Mahar

Suhartono : Itu Bukan Tanda Tangan Saya, Jelas Itu Palsu

KUBU RAYA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Munculnya dugaan ada permainan pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan dari pembangunan tower oleh PT. Daya Mitra Telekomunikasi di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, hingga kini terus menuai polemik.

Pasalnya jalan mulus dalam proses pembangunan tower  tak hanya di dorong dari perangkat desa setempat, namun pembangunan tower yang kini di protes oleh warga setempat, justru mendapatkan dukungan penuh dari Camat Rasau Jaya yang dibuktikan dengan keluarnya beberapa surat dari kecamatan yang di tanda tangani langsung oleh camat.

Berdalih tak ingin menjadi tumbal dalam polemik pembangunan tower, H. Suhartono, SE Camat Rasau Jaya saat ditemui dikediamannya, Rabu (17/8/16), dengan tegas mengatakan secepatnya akan melakukan pertemuan dengan semua pihak yang terkait persolanan tersebut, termasuk Kades Rasau Jaya Umum selaku pejabat setempat.

Surat Rekomendasi Yang Dikeluarkan Oleh Kecamatan Rasau Jaya, Tertera Tanda Tangan Palsu Camat. / foto : Devi Lahendra
Surat Rekomendasi Yang Dikeluarkan Oleh Kecamatan Rasau Jaya, Tertera Tanda Tangan Palsu Camat. / foto : Devi Lahendra

“Secepatnya, kita akan lakukan pertemuan dengan pihak terkait agar apa yang diharapkan warga semua dapat tercapai. Memang sebelumnya secara lisan Kades mengabari saya akan ada pembangunan tower, ” ucap Suhartono, pada sejumlah wartawan.

Terkait adanya beberapa surat dengan menggunakan tanda tangan palsu, Suhartono dengan tegas membantah kalau dirinya telah menanda tangan beberapa surat yang menurutnya tidak pernah diterimanya.

“Kalau saya tidak salah ingat, saya hanya menanda tangani dua surat yang itupun sebelumnya terlebih dahulu sudah ditanda tangani oleh Kades, sedangkan surat yang lainnya termasuk surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Camat, jelas saya katakan itu tanda tangan palsu dan bukan tanda tangan saya, ” tegasnya.

Menurutnya, pemalsuan tanda tangan bisa terjadi dari pihak dalam maupun pihak luar, dan semua harus diselidiki. “Kita akan coba selidiki, jika memang ada dari staf saya yang terlibat maka kita akan berlakukan sangsi yang berlaku sesuai dengan perbuatannya, ” tukas Suhartono.

Ditempat terpisah Hamdani warga Desa Rasau Jaya Umum, Rt 032/Rw 02 dengan tegas menolak pembangunan tower yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, tak hanya menolak pembangunan tower dirinya juga menolak uang mahar yang diberikan kepadanya.

“Yang jelas kita warga tidak setuju, dan pembangunan tower ini tidak ada sosialisasi kepada warga. Yang lebih parahnya lagi, sebagai upah tanda tangan pernyataan persetujuan pembangunan tower, saya pernah mau diberikan uang oleh ketua Rt sebesar Rp 1 juta, namun uang itu saya tolak karena saya tidak setuju dan saya tegaskan sekali lagi saya menolak, ” tutur Hamdani./* (dev)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *