Komisi III Temukan Perusahaan Langgar Izin

aktivitas pembangunan Bulking Station dan Karnal Crushing yang dilaksanakan PT PSP//./ leo A
Aktivitas pembangunan Bulking Station dan Karnal Crushing yang dilaksanakan PT PSP//./ leo A

WAJOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Aktivitas Pembangunan Bulking Station dan Karnal Crushing di Rt 01 Rw 02, Desa Wajok Hilir kilometer 15, 3 Pontianak milik PT Peniti Sungai Purun (PSP) sedang tersandung masalah. Pihak perusahaan dianggap melanggar aturan perizinan pembangunan.

Terungkapnya pelanggaran perizinan itu ditemukan Komisi III DPRD Mempawah ketika melaksanakan kunjungan lapangan bersama sejumlah SKPD Pemerintah Kabupaten Mempawah, belum lama ini.

“Perusahaan ini sudah melaksanakan aktivitas pembangunan meskipun belum mengantongi izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Ini pelanggaran aturan yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Ketua Fraksi Nasdem, Darwis, SH, MH, baru-baru ini.

Anggota Komisi III DPRD Mempawah itu mengatakan, walau pihak perusahaan sudah mengantongi izin lingkungan yang dibuktikan dengan tandatangan persetujuan dari masyarakat dilingkungan pembangunan. Namun, bukan berarti perusahaan sudah mengantongi izin UPL-UKL.

“Bahkan, tandatangan itu bukan milik masyarakat disekitar area pembangunan. Warga yang rumahnya dilingkungan areal pembangunan tidak pernah memberikan persetujuan terhadap kegiatan PT PSP. Justru, sepuluh orang yang menandatangani surat persetujuan izin lingkungan itu warga yang rumahnya jauh  dari lokasi,” beber Darwis.

“Kami mendesak pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas. Berikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya menyarankan agar pemerintah daerah menyetop aktivitas pembangunan sampai perizinannya keluar,” tukasnya.(leo/din-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *