Koalisi Besar Kubu SBY dan Prabowo

JAKARTA – Kunjungan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto kekediaman Susilo Bambang Yudhoyono di cikeas pada Kamis, 27 Juli 2017 bukanlah sesuatu yang kebetulan. Pertemuan 2 (dua) tokoh nasional tersebut yang notabennya Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pastilah dalam rangka kerja-kerja politik bersama.

Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin yang dihubungi awak media berpendapat silaturahmi tersebut pastinya membahas agenda-agenda besar tentang persoalan kebangsaan hari ini. Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Tatang ini mengatakan bahwa dirinya menyambut positif pertemuan 2 (dua) pemimpin partai tersebut.

Kang Tatang mengatakan “sudah sangat tepat komunikasi politik yang dilakukan Pak Prabowo dan Pak SBY, karena sebentar lagi ditahun 2018 akan ada pemilihan Kepala Daerah serempak di 171 wilayah Se-Indonesia, yang terdiri dari 17 Propinsi, 39 Kotamadya dan 115 Kabupaten”.

( Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin dan Ketua FPII DKI Jakarta ( foto bersama )./ hrs )

Kang Tatang juga menambahkan “dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi, saat ini harapan saya dan para pendukung saya yang dikota maupun yang dipelosok daerah, menginginkan terjadi koalisi besar pada Pilkada 2018 yang akan berlanjut ke Pilpres 2019. Kami berharap Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan partai-partai lainnya yang memiliki komitmen perjuangan yang sama dapat bersatu membangun republik ini”, Kang Tatang juga menambahkan “Pilkada 2018 adalah uji materi koalisi besar dan Pilpres 2019 adalah targetnya”.

UU Pemilu yang telah disahkan oleh DPRRI pada Jumat, 21 Juli 2017, dilalui dengan perdebatan panjang, hal yang paling krusial adalah adanya ambang batas partai politik dalam menetapkan Calon Presiden 2019, perdebatan tersebut berujung dengan dilakukan walk out oleh Fraksi Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN yang menolak pasal ambang batas pengajuan Calon Presiden oleh partai politik atau gabungan partai politik minimal 20% dari kursi di parlemen.

Menurut pemantauan kami dibeberapa media sosial tentang respon masyarakat atas pertemuan Prabowo dan SBY pada Kamis, 27 Juli 2018, hasilnya adalah banyak masyarakat yang antusias dan menyambut positif atas silaturahmi politik dua pemimpin partai besar tersebut, mereka berharap akan ada kelompok oposisi yang besar di parlemen untuk mengontrol kinerja pemerintahan kedepan, sehingga terjadi keseimbangan dalam proses demokratisasi ditanah air tercinta./rls -Hrs/( Setwil FPII Kalbar).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *