KNPI Mengetuk Nurani

Wali Kota Tak Peduli Pemuda

( POSTKOTAPONTIANAK.Com )

Ketua KNPI Depok Dony Rianto.(Ist)
Ketua KNPI Depok Dony Rianto.(Ist)

DEPOK- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, Dody Riyanto membenarkan, bahwa pihaknya selama ini berkali-kali dihembuskan akan dibangun gedung pemuda, namun hingga kini belum ada naskah resmi yang memuat janji tersebut sehingga gedung pemuda yang dijanjikan belum juga Nampak.

 Maka kita sebagai pemuda berusaha mengetuk nurani Walikota Nur Mahmudi Ismail agar mau sedikit peduli dengan keberadaan kaum muda dengan membangunkan gedung pemuda. Karena, hingga saat ini KNPI Kota Depok belum memiliki gedung,” ujarnya kepada sejumlah pewarta, Selasa (17/3/2015), di Balai Kota Depok.

 Dia mengingatkan Walikota Nur Mahmudi Ismail bahwa dalam Undang-undang (UU) 40 tahun 2009, pasal 5 telah jelas diatur kewajiban pemerintah daerah menyediakan dana untuk mendukung pelayanan kepemudaan. Makanya, kata dia, KNPI menuntut tiga hal. Pertama, menuntut pembangunan gedung pemuda/KNPI selambat-lambatnya bulan Agustus 2015. Kedua, menuntut pengadaan fasilitas anggaran kegiatan kepemudaan sesuai amanah UU. Ketiga, menuntut pelibatan dan pemberdayaan pemuda dalam berbagai program pembangunan daerah serta berjalannya pemerintahaan sesuai amanah UU.

 “Kami meminta semua itu semata-mata agar pemuda memiliki ruang terbuka untuk berkumpul dan berkegiatan. Lihat saja saat ini, banyak pemuda yang nongkrong di Grand Depok City (GDC). Mereka ngumpul di lokasi-lokasi itu karena tidak ada wadah untuk berkumpul karena memang tidak ada rumah bagi pemuda Depok,” imbuh Dony.

 Dody menjelaskan, seharusnya pemerintah memiliki peranan terhadap keberlangsungan pemuda Depok. Sehingga tidak ada remaja yang berkeliaran di jalanan dan melakukan tindakan negatif.

 “Kalau ada youth center kan mereka bisa berkegiatan. Sekarang karena tidak ada jadinya berkeliaran sesuka mereka,” jelasnya.

 Dody mengakui, bahwa selama melakukan kegiatan, KNPI  tidak pernah ada kucuran dana yang diberikan dari pemerintah. Padahal, KNPI Depok telah banyak menggelar kegiatan. Mulai dari bakti sosial pengobatan gratis, pembersihan Kali Ciliwung hingga membersihkan sampah di Jalan Margonda.

  “Kami (pengurus) selalu patungan kalau mengadakan kegiatan. Sampai detik ini tidak ada kucuran dari pemerintah,” keluhnya.

 Dody menegaskan, padahal, dana kepemudaan tersebut tersedia di tiap dinas. Sayangnya, penyaluran dana itu tidak jelas alirannya.

 “Disalurkan kemana dana itu. Kalau untuk pemuda ya seharusnya melalui KNPI,” tandasnya. (Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *