KKT Akan Berteriak Bersama Masyarakat, Jika Pemkab Kubu Raya Diam

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(Kubu Raya) – Ketua Umum Komunikasi Kemitraan Teritorial Tengku Apreandi menegaskan, dampak terburuk dari proses pembabatan hutan mangrove yang dibiarkan adalah kebanjiran diwilayah Kabupaten Kubu Raya.

Kubu Raya sudah melakukan siaga satu di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B.

“Jangan lagi ada hal yang seperti itu, apalagi ini termasuk salah satu daerah terpencil di Kubu Raya,” tegas dia pasa Rabu (10/5).

Dirinya berharap kepasa Pemkab Kubu Raya yang mempunyai tanggung jawab seperti Dinas kehutanan, harus turun untuk melihat apa yang terjadi dilapangan.

“Apa benar hutan kita sudah dibabat, apakah benar pembabatan itu dilakukan oleh perusahaan. Dan Pemkab Kubu Raya tidak boleh diam dalam hal ini, karena kita dari KKT tidak akan tinggal diam, apabila Pemkab Kubu Raya hanya diam.
Kita akan berteriak bersama masyarakat untuk melindungi hutan lindung, kare hutan lindung itulah yang melindungi masyarakat dari dampak terburuk yaitu banjir,” pungkasnya.

(Viky)

Foto Dokumentasi Kegiatan KKT / Viky / POSTKOTAPONTIANAK.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *