Kisah Seorang Guru Ngaji Hidup Kekurangan

“Sekolahkan Empat Orang Anak”

Kondisi rumah Daud sangat memperihatikan./ foto : Mus/PostKotaPontianak.com
Kondisi rumah Daud sangat memperihatikan./ foto : Mus/PostKotaPontianak.com

POSTKOTAPONTIANAK.COM – SEKADAU ! Sebuah rumah yang terletak di Jalan Kapuas, RT 01 RW 01, Dusun Semaong, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir kondisinya cukup memprihatinkan. Rumah itu ditempati oleh Sujasmandi (42) bersama istri dan lima orang anaknya.

Rumah yang berlantai serta berdinding kayu itu bagian dapur sudah berlubang. Bahkan dengan ukuran yang cukup besar. Bahkan, jika tak hati-hati bukan tidak mungkin orang yang berjalan akan terjatuh lantaran lantai yang berlubang sangat besar.

Sujasmandi atau yang biasa dipanggil Daud merupakan seorang guru mengaji keliling sejak 2010 lalu. Ditengah keterbatasan ekonomi, Daud tak pernah mengeluh bahkan keempat anaknya tetap bersekolah.

Ditemani sang istri, Masgeni (34), Daud mengatakan saat ini anak sulungnya duduk dibangku SMK dan anak keduanya duduk dibangku SMP serta dua orang anaknya duduk dibangku sekolah dasar. Walau anak-anaknya sering mengeluhkan kondisi serba kekurangan itu, tapi Daud dan istri selalu menjelaskan kepada anak-anaknya agar terus bersabar.

“Ngapa hidup kita miskin mak,” ucap Masgeni menirukan ucapan anak-anaknya saat mengeluhkan kondisi kehidupan keluarga mereka.

Mereka tidak mempermasalahkan kehidupan yang serba kekurangan. Hanya saja, pendidikan anak-anak mereka tetap diperjuangkan. “Saya katakan pada anak-anak kalau mereka harus sekolah. Walau makan apa adanya, kalau tidak makan nasi makan singkong pun jadi,” ujar Daud saat ditemui dikediamannya, pada Senin (25/4).

Mengenai pekerjaan saat ini, kata Daud, dirinya menyadap karet ataupun mencari ikan untuk mencari penghasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Meski telah didatangi pihak desa, namun hingga kini Daud tidak pernah menerima bantuan.

“Meski tidak dapat bantuan kami tidak akan menyalahkan orang lain. Kuncinya harus bersyukur biar pikiran tenang walaupun untuk makan saja masih kurang,” kata dia.

Sementara itu, Abang Ramli, Kepala Desa Peniti saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memang telah mendatangi rumah keluarga tersebut. Hanya saja, karena keterbatasan dana pemberian bantuan belum menyentuh keluarga tersebut.

“Sebelumnya memang pernah ada bantuan kesehatan. Hanya saja, keluarga tersebut keluar hingga saat ini belum bisa kami daftarkan lagi. Kami sudah berupaya membantu keluarga tersebut, hanya saja karena keterbatasan dana itu sebabnya bantuan belum menyentuh keluarga ini, termasuk program bedah rumah,” ungkapnya.

Dikatakan dia, pihak desa telah berupaya mengajukan bantuan kepada pemerintah agar keluarga Sujasmandi mendapat bantuan. “Sebagai kepala desa berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada warga yang
benar-benar tidak mampu. Data-data rill ada pada pihak desa dan jangan sampai datanya tidak singkron,” tandasnya./Mus/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *