Ketua DPC Gerindra : Masyarakat Mengelukan Kepemimpinan Nur Mahmudi

Ketua DPC Gerindra Pradi.(ist)
Ketua DPC Gerindra Pradi.(ist)

POSTKOTAPONTiANAK.COM, DEPOK- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan, bahwa selama 10 tahun kepemimpinan Nur Mahmudi kurang transparan. Sebab masih banyak masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut. Pemimpin Depok kedepan harus lebih transparan dalam mengelola Kota Depok.

“Artinya, kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) di bawah komando Nur Mahmudi Ismail selama 10 tahun dinilai kurang memuaskan. Terutama dalam hal transparansi, birokrasi dan pelayanan perizinan,” ungkapnya kepada sejumlah pewarta, Selasa (10/3/2015), di Depok.

Dia mejelaskan, seperti penempatan pejabat dalam lingkup birokrasi yang tidak sesuai dengan keahliannya menjadi sebab tidak berjalannya seluruh program Nur Mahmudi. Silpa yang dari tahun ke tahun membengkak menjadi tolok ukur ketidak mampuan birokrat merealisasikan seluruh rencana kerja wali kota.

“Kalau saya dipercaya menjadi wali kota, maka yang akan saya lakukan pertama kali adalah mengharuskan para pejabat berlaku transparan terhadap pengelolaan anggaran negara,” jelas Pradi.

Pradi menerangkan, selain itu juga para pegawai yang duduk pada bagian pelayanan perizinan diwajibkan melakukan pelayanan prima. Tidak boleh lagi ada satu orang pun warga Depok yang mengeluhkan lambannya pelayanan. Apalagi sampai ada keluhan biaya.

“Masih adanya keluhan warga terkait perizinan saya anggap sebagai ketidak mampuan mereka memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga. Mereka yang tidak mampu memberikan pelayanan sudah layak diganti,” terangnya.

Dia berharap pemimpin Depok ke depan tidak memilih pejabat karena kedekatan atau memiliki hubungan kekerabatan. Sebab, tindakan seperti itu membahayakan roda organisasi.

“Jangan sampai birokrasi hancur hanya karena kepentingan kelompok,” imbuh Pradi.

Pradi menegaskan, bahwa sebagai kader partai dirinya harus siap melaksanakan perintah partai. Namun, saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

 “Kita juga tengah membangun kembali jaringan yang selama ini terputus. Kita rangkul kembali mereka-mereka yang putus komunikasi selama ini. Partai belum mengeluarkan mandat untuk itu,” tandas tokoh pemuda Depok itu. (Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *