Ketapang Sumbang Titik Api Terbesar di Kalbar

Reporter : Devi Lahendra

Kebakaran Hutan di Padang Dua Belas Kabupaten Ketapang, Salah Satu Titik Api Yang Ada di Kabupaten Ketapang./ foto Devi Lahendra
Kebakaran Hutan di Padang Dua Belas Kabupaten Ketapang, Salah Satu Titik Api Yang Ada di Kabupaten Ketapang./ foto Devi Lahendra

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK – Hingga medio bulan September ini kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat masih menjadi bencana yang serius untuk ditangani oleh instansi terkait.

Sejatinya dari sebaran kebakaran lahan yang ada di kabupaten/kota akibatnya kabut asap hingga kini masih menyelimuti di sejumlah kota dan kabupaten di Kalbar. Di antara kabupaten/kota yang mengalami dampak dari imbas kebakaran lahan diantaranya Kota Pontianak, Singkawang, Bengkayang, Ketapang dan Kabupaten Sanggau.

Berdasarkan hasil pantauan satelit Modis dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang tercacat pada bulan September 2015, terdapat 616 titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten yang ada di Kalimantan Barat. 

“Jumlah titik api yang ada di wilayah Kalimantan Barat terbanyak dapat dipantau dari Kabupaten Ketapang, sebanyak 442 titik.  Jumlah tersebut meningkat dari pembaruan informasi satu hari sebelumnya pada tangggal 8/9/2015 tercatat sebanyak 73 titik, “ demikian sumber informasi di dapat dari BMKG. 

Dan terpantau pula titik api terbanyak ada di Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 81 titik dan Kabupaten Kubu Raya sebanyak 54 titik.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalimantan Barat Darmawan, mengatakan sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan serta turun kelapangan untuk mengantisipasi kebakaran lahan terutama yang dilakukan oleh perusahaan.

“Sejauh ini kita terus berkonsen terhadap persoalan kabut asap, dan untuk perussahaan kita menghimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika kemungkinan ada dan kemungkinan itu akan kita temui, maka sangsi akan kita berlakukan kepada perusahaan tersebut, “ tukas Darmawan, pada postkotapontianak.com./

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *