Kesepakatan Antara Masyarakat dengan PT MPK di Tinjau Ulang

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( KETAPANG ) – Hasil mediasi membahas permasalahan antara masyarakat desa Sungai Awan Kiri dengan PT Mohairison Pawan Khatulistiwa (MPK) berakhir dengan peninjauan kembali kesepakatan yang telah dibuat antara BPD Sungai Awan Kiri dengan pihak PT MPK.

Permasalahan yang tak kunjung selesai kemudian dibawa ke mediasi kembali yang dilaksanakan di gedung pertemuan kantor Camat Muara Lawan (10/10) yang dihadiri forkopimka Muara Pawan, BPD dan Kepala Desa Sungai Awan Kiri, management PT MPK,  ditambah lagi ketua RT 1 sampai dengan 17 dan dua orang masyarakat dari setiap RT.

Mediasi yang berlangsung  ulet dengan mendengarkan pemaparan dari berbagai pihak mulai dari Kepala Dusun sebagai perwakilan RT kemudian Ketua BPD dan dari kepala Desa beserta beberapa orang dari masyarakat.

Dalam pemaparannya, Abram sebagai ketua BPD Sungai Awan Kiri menyesalkan PT MPK karena perjanjian yang sudah dibuat sedemikian rupa sampai saat ini satupun tidak ada dilaksanakan atau direalisasikan.

” Kami sangat menyesalkan kepada perusahaan MPK bahwasanya perjanjian yang sudah disepakati sampai saat ini tidak ada satupun yang dilaksanakan ataupun direalisasikan”,kata Abram.

Sementara Gito Raharjo Staf direksi PT MPK membenarkan bahwa memang telah diadakan kesepakatan bersama ketua BPD dan timnya.

“Waktu itu kita sudah sama-sama menanda tangani kesepakatan bersama ketua BPD dan timnya pada 23/9/16 namun kami juga sudah mengantisipasi apakah semua ini sudah mewakili masyarakat atau belum “,jelas gito.

“Semua sudah terjadi dan melalui forum ini apabila memang ada kekeliruan atau kekurangan apa yang telah kami perbuat kami minta maaf dan mohon arahan dari Forkopimka bagaimana jalan keluar yang terbaik agar kita semua bersama-sama koreksi demi kebaikan bersama”,tutur Gito.

Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Rosli Kepala Desa Sungai Awan Kiri yang mengatakan bahwa”,seharusnya BPD yang melakukan sosialisasi dengan perusahaan dengan membuat kesepakatan setelah itu harusnya berkoordinasi dengan kami pihak desa tentang hasil kesepakatan tersebut. Maksudnya apabila dalam kesepakatan tersebut ada yang bertentangan bisa kita revisi kembali. Tapi ini justru tidak ada”,beber Rosli.

Berbagai paparan juga disampaikan dari perwakilan masyarakat, Kepala Dusun dan arahan  dari Forkopimka sehingga memakan waktu yang agak panjang dalam acara mediasinya.

Menengahi masalah tersebut Bahrudin Udai dari salah satu masyarakat menyampaikan “, Apapun yang kita bahas hari ini tidak akan bisa di putuskan karena ketidak sejalanan antara Kepala Desa dengan BPD sehingga tidak bisa dijadikan mewakili masyarakat, ditambah lagi dari pihak management perusahaan yang hadir bukan orang-orang yang bisa mengambil keputusan”,ketus Udai.

Selanjutnya Udai meminta kepada Kepala Desa dan Ketua BPD untuk mengambil sikap bersatu dengan yang dibuktikan dengan jabatan tangan di depan forum.

Selanjutnya akan dibentuk tim kembali sebagai perwakilan masyarakat untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kesepakatan yang sudah ada yang kemudian akan dinyatakan sebagai kesepakatan yang resmi antara masyarakat Desa Sungai Awan Kiri dengan pihak PT. Mohairison Pawan Khatulistiwa./( oneMan ).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *