Kepergok Satpam, Empat Sekawan Maling Sawit

Akibat kepepet, Empat pelaku pencurian TBS di kebun PT MPE kini meringkuk di sel tahanan Polres Sekadau untuk empertanggungjawabkan perbuatan mereka. Mereka mengaku nekat mencuri karena sedang kepepet.

Empat sekawan kepergok Satpam maling sawit./ms
Empat sekawan kepergok Satpam maling sawit./ms

SEKADAU-Apes nian nasib MS, YJ, AW dan Jn. Empat sekawan ini kepergok Satpam ketika baru saja usai melakukan perbuatan tak terpuji. Kini, mereka pasrah mendekam di sel tahanan Mapolres Sekadau sambil menunggu vonis hukum.

Jumat (28/8) sore sekira pukul 17.00 WIB, mereka berempat bergegas menuju lokasi perkebunan kelapa sawit milik PT. Multi Prima Entakai (MPE). Jn dan YJ pergi menggunakan sepeda motor, sementara MS dan AW mengendarai pick-up.

Mereka sudah punya satu tujuan. Adalah Jn—yang tubuhnya paling kecil diantara mereka berempat—si pemilik ide nekat, yakni mengajak rekan-rekannya mencuri tandan buah segar (TBS) milik PT MPE. Karena kebetulan sedang sama-sama kepepet, rekan-rekan Jn pun tak kuasa menolak ide tersebut.

Setibanya di kebun sawit, mereka berempat memanen sendiri TBS dari pohonnya dengan peralatan lengkap. Setelah merasa cukup dengan hasil curiannya, mereka berniat kabur. Buah sawit yang sudah dipanen dimasukkan kedalam pick-up.

Jn dan YJ kabur duluan menggunakan sepeda motor sembari memonitor apakah jalanan aman atau tidak. Sementara, MS dan AW menyusul di belakang menggunakan pick-up yang berisi TBS hasil curian.

Apesnya, kebetulan saat itu petugas satuan keamanan (satpam) PT MPE sedang melakukan patroli rutin. Jn dan YJ tak sanggup mengelak petugas satpam yang menghentikan mereka di tengah jalan. Mereka sedikit “beruntung” karena tak sempat dihajar petugas. Hanya Jn yang sempat mendapat tamparan dari petugas.

Setelah dipergoki petugas satpam, pihak perusahaan lantas menghubungi kepolisian untuk menyerahkan proses hukum terhadap empat pelaku. Kini, mereka sedang meringkuk di sel tahanan sambil menghitung hari kapan hukuman mereka selesai.

“Para pelaku dikenakan tindak pidana pencurian ringan pasal 363 KUHP ayat (1) ke (4). Juga diatur dalam pasal 364 dengan ancaman tiga bulan penjara,” ungkap Kapolres Sekadau melalui Kasat Reskrim, AKP K Purba, (1/9/2015).

Bersama pelaku, turut diamankan barang bukti berupa 114 tandan kelapa sawit, satu unit pick-up dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Para pelaku yang sempat diwawancarai wartawan mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Mereka berdalih faktor ekonomi lah yang memicu kenekatan mereka.  “Lagi kepepet bang, maklum sekarang ekonomi lagi susah,” aku MS, salah satu pelaku.

Para pelaku yang sudah berkeluarga terpaksa menempuh jalan pintas demi memenuhi kebutuhan anak bini. MS yang sebelumnya kerja serabutan pun mau tak mau ikut saja ajakan rekan-rekannya. “Dulu saya jual ikan, ayam, beli sawit orang terus dijual lagi. Sedang susah duit, khilaf saya,” katanya menyesal. (mus)

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *