KEPALA SEKOLAH DAN BENDAHARA SMAN 1 NANGA PINOH TERTANGKAP TANGAN MELAKUKAN PRAKTEK PUNGLI TERHADAP SISWA

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( MELAWI ) – Press Release yang di pimpin oleh Wakapolres R. Doni Sumarsono, S.IK, MH , bersama KAOPS Sofyan, dan Kasat Reskrim I Ketut Agus Pasek, S.IK. Yang di gelar di aula Kapolres Melawi pada Kamis,(31/08). Wakapolres sebagai ketua tim Saber Pungli bersama Sat Reskrim Res Melawi melakukan OTT terkait dugaan pungli pengambilan ijazah.

Tim Saber Pungli bersama Sat Reskrim Res Melawi pada Rabu (30/08) pukul 11.20 Wib, melakukan OTT pungutan liar (PUNGLI) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Bendahara SMAN 1 Nanga Pinoh. Yang mana Meminta kepada masing-masing Siswanya sebesar Rp. 200.000,- Untuk pengambilan Ijazah. Dengan tidak bisa menunjukan aturan yang digunakan setelah dilakukan pembayaran, maka Tim Saber Pungli dipimpin Kasat Reskrim langsung melakukan pengamanan terhadap Saudari (HPR) sebagai Bendahara SMAN 1 Nanga Pinoh dan saudara (HA) selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Nanga Pinoh. Untuk dimintai pertanggung jawaban atas dilakukannya Pungutan Liar (PUNGLI) tersebut. Beserta Barang bukti yang di sita untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saudari HPR dikenakan pasal 12 huruf e UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah UU No 20 tahun 2001 tentang Tipikor dengan ancaman Pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Untuk saudara HA di kenakan pasal 55 KUHP.

Wakapolres selaku Ketua Tim Saber Pungli mengatakan pada saat Press Release di depan awak media merasa prihatin dengan adanya praktek pungli yang terjadi di lingkungan pendidikan. Maka atas kejadian ini sebagai peringatan dan bukti bahwa kita serius dan sudah memberikan contoh kepada Masyarakat dan Instansi-instansi yang ada agar praktek pungli bisa di hentikan dan kita tidak ikut menjadi pelaku kejahatan. Idrus/john

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *