Kepala BPMP2T Kota Depok : Pentingnya Laporan Kegiatan Penanaman Modal Secara Online

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM ~ Pemerintah Kota Depok melalui Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok telah menggelar bimbingan cara penyampaian laporan kegiatan penanaman modal secara online. Artinya, acara itu juga sebagai ajang pertemuan perangkat daerah bidang penanaman modal dengan para pengusaha, sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang pengendalian pelaksanaan penanaman modal.

“Jadi acara bimbingan itu dimaksudkan untuk mensosialisasikan penggunaan dan tata cara LKPM secara online, bahkan bisa memotivasi pengusaha untuk menggunakan kemudahan yang diberikan pemerintah,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok, Yulistiani Mochtar kepada wartawan, Kamis (29/9/2016), dikantornya.

Dia mengakui, bahwa berdasarkan data pihaknya mencatat baru 20 persen perusahaan PMA dan PMDN yang ada di Kota Depok menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) secara online.

“ Kendati Pemerintah sudah memberikan kemudahan kepada dunia usaha untuk menyampaikan laporan secara online. Artinya tidak perlu datang lagi ke kantor BPMP2T. Tapi sampai saat ini baru 20 persen yang sudah memanfaatkan fasilitas teknologi informasi itu,” imbuh Yulis.

Yulis menjelaskan, bahwa saat ini di Depok terdapat 60 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan lebih dari 2.000 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Maka dari itu, BPMP2T akan terus mendorong para PMA dan PMDN untuk menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal melalui online.

“Dikarenakan Kota Depok sebagai kota yang seksi bagi investor, sehingga Kota Depok melesat begitu cepat. Namun bukan hanya sekedar dekat dengan ibukota, Jakarta, Tapi Depok kotanya kecil, mungil tapi menarik. Ini yang menjadikan Depok sebagai salah satu tujuan investasi,” jelasnya.

Yulis berharap dengan adanya acara bimbingan tersebut, agar kedepanya seluruh Perusahaan yang telah mendapatkan pendaftaran penanaman modal, izin prinsip, persetujuan penanaman modal atau izin usaha, wajib menyampaikan LKPM secara berkala setiap tahunnya.

“Jadi, LKPM itu juga penting untuk mengetahui perkembangan realisasi investasi, persoalan dan hambatan yang dihadapi di lapangan,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *