Kembalikan Minyak Kelapa untuk Generasi Indonesia

MINYAK KELAPA digunakan di seluruh daerah tropis, sebagai sistem pengobatan tradisional.  Banyak orang mengetahui dengan MEMINUM minyak kelapa dapat membantu mereka mengatasi rasa nyeri.

( Foto : ist )
( Foto : ist )

Mereka telah belajar dari generasi ke generasi bahwa mengkonsumsi minyak kelapa mempercepat pemulihan dari penyakit. Tidak seperti lemak lainnya, minyak kelapa melindungi kita terhadap penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit lainnya.

Minyak ini mendukung dan menguatkan sistem kekebalan sehingga membantu tubuh menghalau serangan infeksi dan penyakit.
Minyak ini unik dan berbeda dari minyak jenis lain karena mempercepat penurunan berat badan, yang membuatnya dikenal sebagai satu-satunya lemak rendah kalori di dunia. “Jika minyak kelapa dan sawit memang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, mengapa beritanya berbeda dan berbahaya bagi tubuh, dan menghilang dari kehidupan masyarakat kita ? ” ungkap salah satu pedagang sembako.
Dahulu semua orang tahunya minyak kelapa sebagai lemak jenuh, dan kita terus-menerus diminta mengurangi asupan lemak jenuh. Kata “lemak jenuh” identik dengan“penyakit jantung”. Sangat sedikit yang diketahui orang mengenai perbedaan antara lemak jenuh rantai-sedang ( Medium Chain Fatty Acids ) dalam minyak kelapa dengan lemak jenuh rantai-panjang ( Long Chain Fatty Acids ) dalam daging dan makanan lain.
Lemak Jenuh,
– Maksudnya tidak ramah dengan darah, tidak baik untuk kesehatan. Kelebihan konsumsi lemak jenuh dapat menimbulkan kerak pada pembuluh darah bahkan sampai menyumbatnya, sehingga mengganggu kesehatan jantung. Lemak jenuh sebagai cikalvkolesterol tubuh. Contoh lemak jenuh antara lain: lemak hewan (gajih), kuning telur, kolesterol, minyak yang dipanaskan dengan suhu tinggi dan berkali dipakai (jelantah).
Lemak tidak Jenuh,
-Ramah terhadap darah dan pembuluhnya, ini baik untuk kesehatan. Contoh lemak tidak jenuh antara lain : minyak jagung, minyak kedelai, minyak kanola, minyak zaitun.
Namun minyak-minyak ini bila dipanaskan dengan suhu tinggi (untuk menggoreng) akan menjadi jenuh juga; sebab itu dianjurkan dipakai sebagai saus-salad (dressing), atau menumis saja, karena sangat tidak stabil dengan suhu tinggi.
Minyak kelapa dan kelapa sawit
-Kedua minyak ini banyak beredar di pasaran Indonesia, pada dasarnya jenuh, namun minyak kelapa lebih stabil. Sebab itu tidak dianjurkan dipakai menggoreng berkali-kali.
Lemak ’Trans’ atau Minyak Hidrogenasi
-Lemak Trans adalah lemak dalam teknologi pangan maksudnya, minyak diproses di’suntikkan’ hidrogen sehingga minyak cair menjadi sangat jenuh dan beku, rasanya lebih enak dan tak gampang tengik.
Contoh : margarin. Lemak trans ini sangat tidak baik untuk kesehatan. Menjadi cikal kolesterol. Bila dikonsumsi berlebihan mudah menimbulkan kerak pada pembuluh darah (atero-sklerosis)./(SNN)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *