Keluarga Menduga Pembunuhan Tari Bermotif Dendam

* Sebelum Pembunuhan Ayah Korban Mendapat Ancaman

POSTKOTAPONTIANAK.COM, PONTIANAK-Tim penyidik Polrestas Pontianak mulai melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP) terkait

Tempat kejadian perkara.(kli)
Tempat kejadian perkara.(kli)

pembunuhan Tari Arizona, di Jalan Tani Makmur No. 9 Kota Baru Pontianak Selatan, Sabtu (14/3). Fakta-fakta mengejutkan pun muncul tatkala penyidik membeber satu persatu aksi sang pembunuh berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan dilapangan.

Dari hasil penyidikan TKP tersebut diduga rentetan pembunuhan sadis yang menimpa Tari, dimulai dari lantai dua rumah korban. Ketika itu, diduga pelaku dan korban sempat menonton TV dan makan malam bersama. Dibuktikan dengan ditemukannya dua bungkusan nasi, satu bungkus martabak dan tiga bungkus plastik teh manis. Fakta ini menunjukan pelaku lebih dari satu orang.

Entah berawal dari masalah apa, lantas pelaku menyeret korban ke kamar utama dan mulai menyiksanya. Banyaknya bercak darah, baik diatas springbad, lantai maupun dinding kamar menjadi saksi bisu kekejaman pelaku. Sementara barang-barang milik korban dalam kondisi berantakan. Pelaku mengikat, melakban mulut korban, hingga menelanjanginya sambil melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.

Merasa tak kuasa menahan siksaan, mungkin saja korban mencoba lari namun terjatuh atau bisa jadi sengaja ditolakan pelaku hingga terjerembab ke lantai bawah. Pada anak tangga banyak juga ditemukan ceceran darah korban.

Dilantai bawah rumah korban, kembali korban Tari disiksa. Diperkirakan sempat terjadi perlawanan dari korban Tari, sehingga membuat pelaku makin kalap. Kali ini diduga pelaku menggunakan balok kayu dan memukulkannya ke kepala dan tubuh korban berulang kali, hingga Korban pun meregang nyawa.

Korban lalu sengaja diletakan diantara sofa dalam posisi tiarap, hingga jasadnya ditemukan paman korban bernama Jaka. Pada olah TKP tersebut juga ditemukan sepasang sepatu warna biru, yang diduga milik pelaku.

Sebelum terjadi pembunuhan tersebut, M. Taufik, ayah korban mengaku mendapat SMS dari orang tak dikenal yang mengancam untuk berhati-hati terhadap keselatan nyawa Tari Arizona.

Keluarga korban menduga ada unsur dendam, sehingga pelaku tega melakukan rencana untuk menghabisi Tari Arizona secara kejam. Apalagi di TKP ditemukan foto-foto masa SMP Tari dalam kondisi robek, yang selama ini tidak pernah dilihat pihak keluarga.

Sur, Saksi Utama Residivis

Fakta mengejutkan pria yang dicurigai sebagai saksi kunci ternyata sudah sejak dua minggu sebelum kejadian tinggal disekitar rumah korban.

Pria berinial Sur, yang diduga residivis ini tinggal di rumah Bapak Ali, seorang perwira polisi, yang juga merupakan tetangga korban.

Sur, warga Ketapang baru bekerja sebagai tukang cuci motor milik paman korban Jaka. Sebelum pembunuhan terjadi, korban sempat mencuci motor mio ditempat usaha pamannya tersebut.

Seperti biasanya motor tidak langsung diambil, tapi menunggu anak buah pamannya yang mengantar. Saat itu yang mengantar motor mio milik korban adalah Sur, pada Rabu malam (11/3). Begitu korban ditemukan Jaka, paman korban, Sur bersama motor mio milik korban turut raib.

Jauh sebelum kasus pembunuhan ini menguak, korban Tari Arizona, pada medio September 2012 pernah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan  Letza bin Susanto, Dewi Pratiwi Ariandi dan Annike Putri Rekyandi (dua nama terakhir masih buron).

Bertempat di teras rumah Tari Arizona, di Jalan Tani Makmur Pontianak Selatan ketiganya secara bersama-sama mengeroyok korban hingga menyebabkan luka memar dikepala samping kiri, memar di lengan atas kiri bagian belakang, luka lecet di jari-jari tangan kiri dan pergelangan tangan, luka di betis dan paha kiri. Luka-luka tersebut berdasarkan hasil visum akibat kekerasan benda tumpul milik pelaku.

Atas perbuatan keji tersebut, pelaku Letza Wijaya alias Letza bin Susanto Idris dipidana penjara selama 4 (empat)  bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri. Lantas JPU menyatakan banding karena putusan tersebut tidak adil.

Namun dalam pengadilan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Pontianak Majelis hakim menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama. Maka Letza Wijaya alias Letza bin Susanto Idris, divonis 4 bulan penjara potong tahanan berdasarkan Putusan Nomor 88/PID/2014/PT.PTK. Namun kedua pelaku pengeroyokan lainnya hingga sekarang masih buron entah dimana. (KLI)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *