Keluarga Mendiang Tari Arizona Belum Ihklas

M. Taufik, SH
M. Taufik, SH

POSTkOTAPONTIANAK.! PONTIANAK-Menjelang 40 hari kematian Tari Arizona, pegawai Pengadilan Tinggi Kalbar yang meregang nyawa akibat dihabisi Rudi, yang tak lain karyawan paman korban.

Pihak keluarga terutama ayah Tari M. Taufik, SH, masih belum menerima begitu saja kematian anak kesayanganya tersebut. Dalam hati Sekretaris Pengadilan Jakarta Selatan ini nampaknya masih ada yang mengganjal terkait sebab musabab kasus pembunuhan yang menimpa Tari Arizona.

Bertempat di Kantor redaksi “Media Fatner” Postkotapontianak.com” di Pontianak, belum lama ini M. Taufik, mengungkapkan meski menurut polisi pembunuhan sadis terhadap Tari, dilakukan pelaku tunggal yang saat ini telah tertangkap akan tetapi dirasakannya masih sangat janggal.

“ Bagaimana mungin seseorang yang sebelumnya tidak pernah kenal dengan Tari bisa melakukan pembunuhan sadis, kalau tidak ada unsur dendam. “ Artinya disini tidak saja menuju pada satu titik pelaku yaitu, Rudi, namun bisa jadi ada aktor intelektual dibelakangnya,” kata Taufik, dengan mimik serius.

Hal tersebut sangat beralasan mengingat belum lama berselang kasus pembunuhan ini menguak, korban Tari Arizona, kerap mendapat perlakuan keji dari sesrorang yang pernah dekat dengannya. Misalnya kasus penganiayaan yang terjadi pada medio September 2012, Tari pernah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan  Letza bin Susanto, Dewi Pratiwi Ariandi dan Annike Putri Rekyandi (dua nama terakhir masih buron).

Bertempat di teras rumah Tari Arizona, di Jalan Tani Makmur Pontianak Selatan ketiganya secara bersama-sama mengeroyok korban hingga menyebabkan luka memar di kepala samping kiri, memar di lengan atas kiri bagian belakang, luka lecet di jari-jari tangan kiri dan pergelangan tangan, luka di betis dan paha kiri. Luka-luka tersebut berdasarkan hasil visum akibat kekerasan benda tumpul milik pelaku.

Pelaku Pengeroyokan Masih Buron

Atas perbuatan keji tersebut, pelaku Letza Wijaya alias Letza bin Susanto Idris dipidana penjara selama 4 (empat)  bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri. Lantas JPU menyatakan banding karena putusan tersebut tidak adil.

Namun dalam pengadilan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Pontianak Majelis hakim menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama. Maka Letza Wijaya alias Letza bin Susanto Idris, divonis 4 bulan penjara potong tahanan berdasarkan Putusan Nomor 88/PID/2014/PT.PTK . Namun kedua pelaku pengeroyokan lainnya hingga sekarang masih buron entah dimana.

Namun begitu Taufik sangat menyangkan dua pelaku yang disebut polisi buron ternyata sengaja dibiarkan menghirup udara bebas. “Dewi Pratiwi Ariandi, pengeroyok Tari biodata dan keberadaanya sangat jelas.

Dewi, merupakan putri pasangan Ali Anafia, mantan Ketua DPRD Kota Pontianak dan Hj. Rita, S.Pd. Dewi Pratiwi, itu mantan ipar Tari Arizona sendiri yang sekarang kuliah semester akhir di Universitas Trisakti Jakarta,” ungkapnya.

Menurut M. Taufik, sebenarnya keberadaan pelaku anaknya yang dikatakan buron tersebut sudah diketahui oleh polisi, namun entah mengapa sengaja dibiarkan bebas. “Selaku warga Negara yang baik, saya menuntut kepolisian untuk menuntaskan kasus penganiayaan mendiang Tari Arizona dengan seadil-adilnya. Dengan begitu mungkin saja arwah anak saya akan tenag di alam baqah,” lirih Taufik, sembari terisak. / kli

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *